Overview
SulawesiPos.com – Berbicara soal kuliner Toraja, kebanyakan orang langsung kepikiran Pa’piong atau daging olahan khas upacara adat.
Padahal, Toraja juga punya hidangan rumahan yang rasanya tidak kalah nendang, salah satunya dangkot. Menu satu ini cocok banget buat kamu pecinta pedas dan rempah-rempah.
Dangkot adalah masakan berbahan dasar daging bebek yang dimasak hingga bumbunya meresap sempurna.
Dangkot sendiri berasal dari dua kata, yaitu daging dan kotte. Dalam Bahasa Toraja, kotter artinya bebek.
Jadi bisa dibilang, dangkot itu identik dengan olahan bebek khas Toraja.
Yang buat dangkot beda dari olah bebek lainnya adalah racikan bumbunya.
Bahan-bahannya bawang merah, bawang putih, serai, lengkuas, jahe, kunyit dan cabai rawit, yang dihaluskan lalu ditumis sampai harum.
Setelah itu, potongan daging bebek dimasukkan dan dimasak perlahan hingga airnya menyusut dan bumbu meresap.
Untuk membuat dangkot, bahan-bahannya tergolong sederhana dan mudah ditemukan:
Proses memasak dangkot membutuhkan waktu. Pertama, bebek dibersihkan dan dipotong kecil-kecil, lalu direndam dengan air jeruk nipis sekitar 30 menit. Hal ini dilakukan agar bau amis pada bebek hilang.
Setelah itu, bebek diungkep dengan air asam jawa, serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk sampai dagingnya empuk.
Sambil menunggu, semua bumbu diiris lalu diblender sampai halus. Bumbu kemudian ditumis hingga dagingnya empuk.
Setelah itu, masukkan bebek yang sudah diungkep tadi. Masak dengan api kecil sampai bumbu meresap dan kuahnya mengental. Tinggal koreksi rasa dan dangkot siap disajikan.
Lauk ini sering hadir dalam momen kebersamaan, mulai dari acara keluarga sampai pertemuan santai.
Kalau kamu lagi eksplor kuliner Nusantara, dangkot wajib masuk daftar.
Pedasnya mantap, rempahnya kental, dan dijamin bikin nasi cepat habis.