Categories: Kuliner

Cendolo Tawaro, Segarnya Es Sagu Khas Sulsel yang Mulai Langka

Overview

  • Cendolo tawaro adalah minuman tradisional khas Sulawesi Selatan berbahan dasar sagu tawaro yang disajikan dengan santan dan gula merah.
  • Teksturnya kenyal dengan rasa gurih-manis yang mirip es cendol, namun memiliki karakter lokal yang lebih khas.
  • Cocok dinikmati dingin sebagai pelepas dahaga, terutama saat cuaca panas.

SulawesiPos.com – Minuman tradisional cendolo tawaro menghadirkan kesegaran khas Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui perpaduan sagu tawaro, santan gurih, dan manis alami gula merah yang melegakan dahaga.

Mengutip Ensiklopedia Kuliner Khas Sulawesi Selatan terbitan Kemdikbud RI, cendolo tawaro merupakan es cendol tradisional yang dibuat dari tepung sagu tawaro, bahan pangan lokal khas Sulawesi Selatan.

Sekilas tampilannya mirip es cendol pada umumnya, tetapi tekstur cendolo tawaro terasa lebih kenyal dengan sensasi khas sagu yang lembut di mulut.

Perpaduan cendol sagu, santan gurih, dan manis legit gula merah menjadikan minuman ini begitu pas disantap saat cuaca panas.

Di beberapa daerah, cendolo tawaro bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan juga simbol kekayaan kuliner berbasis sagu yang diwariskan turun-temurun.

Kini, keberadaannya mulai jarang ditemui, sehingga membuat cendolo tawaro terasa semakin istimewa setiap kali disajikan.

Resep Cendolo Tawaro Tradisional

Bahan utama dalam pembuatan cendolo tawaro tergolong sederhana dan mudah ditemukan, terutama di daerah penghasil sagu.

Teknik memasaknya pun masih mempertahankan cara tradisional agar tekstur dan rasa khasnya tetap terjaga.

Hasil akhirnya adalah es cendol dengan rasa autentik yang menonjolkan karakter sagu tawaro.

Bahan-bahan:

  • 150 gram sagu tawaro
  • 1,5 liter air
  • 350 gram gula merah
  • 100 ml air untuk mencairkan gula merah
  • 400 ml santan kental sedang

Cara Membuat:

  1. Masak sagu tawaro bersama air hingga mengental dan berubah menjadi adonan kenyal yang bisa disendok.
  2. Cetak adonan sagu dengan saringan atau sendok ke dalam air agar membentuk butiran cendol, lalu tiriskan.
  3. Rebus gula merah bersama air hingga larut, kemudian saring untuk memisahkan ampasnya.
  4. Masukkan santan ke dalam larutan gula merah, masak hingga mendidih sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
  5. Sajikan cendolo tawaro dengan siraman kuah santan gula merah, bisa didinginkan terlebih dahulu atau langsung dinikmati.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Kuliner Khas Sulsel cendolok tawaro kuliner Sulawesi Selatan minuman tradisional