Overview
SulawesiPos.com – Di tengah kekayaan kuliner Sulawesi Selatan, ada satu makanan tradisional yang tidak hanya menggugah selera, tapi juga sarat makna budaya: tumbuk.
Bagi masyarakat Bugis dan Makassar, tumbuk bukan sekadar makanan, ia adalah simbol kebersamaan, ketekunan, dan warisan leluhur yang terus dijaga.
Makanan ini biasanya hadir dalam momen-momen penting, seperti perayaan Idulfitri, Iduladha, atau ketika seorang anggota keluarga hendak menempuh perjalanan jauh.
Keberadaan tumbuk di meja makan tidak hanya memuaskan rasa lapar, tapi juga menyatukan keluarga dan komunitas melalui proses pembuatannya yang khas.
Tumbuk terbuat dari beras ketan, baik putih, hitam, maupun merah, yang dicampur santan dan dibungkus daun pisang.
Bentuknya mirip dengan lammang, karena sama‑sama makanan beras ketan yang dibungkus daun. Namun, proses memasaknya jadi pembeda utama.
Lammang dibakar, sementara tumbuk direbus hingga matang.
Proses panjang ini membutuhkan kesabaran dan kerja sama, yang membuat setiap gigitan tumbuk terasa bukan hanya enak, tapi juga penuh makna.
Aromanya yang khas dari daun pisang dan legitnya rasa ketan santan menjadi ciri khas yang sulit dilupakan, sekaligus mengingatkan kita pada nilai-nilai tradisi yang hidup dalam setiap rumah Bugis-Makassar.
Cara Bikin
Hasilnya adalah tekstur yang padat, legit, dan gurih dengan aroma daun pisang yang kuat, bikin nagih kalau disajikan hangat bersama lauk kuah atau sambal.
Kapan Tumbuk Dibuat?
Tumbuk punya peran penting dalam berbagai momen sosial:
Dalam bahasa Bugis, penyebutan tumbu’ juga kadang diucapkan sebagai legese, yang menurut beberapa pendapat lokal merujuk pada proses “ditumbuk” atau dipadatkan dalam bentuknya.
Makna Sosial & Kebudayaan
Tumbuk lebih dari makanan, ia adalah simbol kebersamaan keluarga dan komunitas.
Dari proses menyiapkan bahan, memasak berjam‑jam, sampai menyuguhkannya di meja makan bersama orang‑orang terdekat, semuanya memperkuat ikatan sosial.
Tradisi ini juga menjaga kearifan lokal agar generasi baru tetap memegang peran budaya mereka.