Ilustrasi tindak kekerasan di markas polisi (Gemini)
SulawesiPos.com — Dugaan aksi kekerasan dan penganiayaan oknum aparat kepolisian kembali menyelimuti institusi kepolisian. Seorang tahanan berinisial AN alias Anto ditemukan tewas di dalam sel tahanan Polsek Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, setelah diduga mengalami penganiayaan hebat sebelum mengembuskan napas terakhir.
Dugaan aksi kekerasan tersebut diungkapkan oleh Reza, saksi kunci yang melihat langsung detik-detik dugaan penganiayaan yang dialami korban di Mapolsek Kajang.
Kesaksian mengejutkan itu disampaikan Reza di Mapolres Bulukumba pada Kamis (15/10/2026), saat memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Tim Profesi dan Pengamanan (Propam).
Reza menceritakan, insidentil bermula ketika ia bersama istrinya berniat menjenguk Anto—seorang anak buah kapal (ABK) penangkap ikan miliknya—yang tengah ditahan di Polsek Kajang. Niat awal untuk membesuk justru berujung pada menyaksikan tindakan brutal oknum polisi di dalam markas kepolisian tersebut.
“Saat saya tiba di Polsek Kajang, saya lihat kepala korban dibentur-benturkan ke terali besi oleh oknum polisi. Setelah itu, saya langsung disuruh keluar dari Polsek,” beber Reza, Jumat (16/10/2026).
Indikasi penganiayaan fisik terhadap Anto kian menguat meny menyusul munculnya rekaman video kondisi fisik jenazah yang diperoleh pihak keluarga.
Dalam rekaman singkat tersebut, tampak jelas pola luka tak wajar pada tubuh korban. Terdapat bekas memar melingkar di leher yang menyerupai jeratan tali, serta bercak darah segar yang masih keluar dari telinga korban.
Saat ini, jenazah Anto telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan forensik komprehensif dan autopsi. Langkah medis ini diharapkan dapat membuktikan secara rinci penyebab kematian serta keterkaitan langsung antara luka-luka fisik tersebut dengan dugaan penganiayaan.
Meski kesaksian saksi mata serta bukti visual adanya luka fisik telah beredar luas, pihak kepolisian belum memberikan tindakan tegas terbuka maupun penetapan tersangka atas dugaan tindak kekerasan ini.
Hingga berita ini diterbitkan, Propam Polres Bulukumba maupun jajaran Polsek Kajang belum merilis pernyataan resmi terkait tindak lanjut laporan dugaan penganiayaan yang melibatkan anggotanya.
Tim redaksi terus berusaha mengonfirmasi kapolres dan pihak terkait untuk meminta pertanggungjawaban serta kejelasan proses hukum terhadap oknum polisi yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.