Lawan Korupsi, KPK dan Akpol Perkuat Kurikulum Antikorupsi untuk Calon Perwira

SulawesiPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Akademi Kepolisian (Akpol) berkolaborasi membangun budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan calon perwira Polri. Langkah ini diwujudkan melalui pengintegrasian Pendidikan Antikorupsi (PAK) ke dalam kurikulum dan penguatan kapasitas tenaga pendidik di Akpol.

Diketahui, tahun 2026 ini, Akpol ditetapkan sebagai salah satu proyek percontohan (pilot project) nasional dalam program penguatan pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi kementerian dan lembaga (PTKL), bersama Politeknik Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, di Ruang Serbaguna Museum Akpol, Semarang, Jawa Tengah, menegaskan bahwa pendidikan memegang peran krusial dalam membangun ketahanan integritas individu sebagai fondasi utama pencegahan korupsi.

“Kalau masih ada pikiran kotor dan niat korupsi, sistem sebagus apa pun akan tetap dicari celahnya,” ujar Wawan dalam keterangannya,  Selasa (9/6/2026).

Wawan menambahkan, program ini merupakan bagian dari perluasan implementasi PAK yang sebelumnya telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi kedinasan lain, seperti Politeknik Statistika STIS, Politeknik Pengayoman Indonesia, dan PTDI STTD Kementerian Perhubungan. Melalui kegiatan yang berlangsung pada 9–12 Juni 2026, para dosen dan pengasuh Akpol akan menyusun peta jalan (road map) nilai integritas untuk diajarkan kepada para taruna.

BACA JUGA:  Klaim Purbaya Akan Di-Noel-kan Bukan Fakta Persidangan, KPK Fokus Penanganan Kasus

Sementara itu, Wakil Gubernur Akpol Brigjen Pol Muhammad Taslim Chairuddin menyambut baik kerja sama ini. Membacakan sambutan Gubernur Akpol Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, Taslim menyatakan bahwa Akpol berkomitmen mencetak perwira yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan moral yang kokoh.

“Melalui penyelarasan kurikulum dan penguatan ekosistem pendidikan ini, saya berharap nilai integritas tidak hanya menjadi hafalan di kelas, tetapi juga tercermin dalam budaya dan praktik pengasuhan sehari-hari,” kata Taslim.

Ia pun langsung menginstruksikan jajaran tenaga pendidik Akpol untuk merumuskan integrasi nilai antikorupsi tersebut ke dalam kurikulum akademi secara sistematis demi melahirkan generasi penegak hukum yang berintegritas dan tepercaya.

SulawesiPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Akademi Kepolisian (Akpol) berkolaborasi membangun budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan calon perwira Polri. Langkah ini diwujudkan melalui pengintegrasian Pendidikan Antikorupsi (PAK) ke dalam kurikulum dan penguatan kapasitas tenaga pendidik di Akpol.

Diketahui, tahun 2026 ini, Akpol ditetapkan sebagai salah satu proyek percontohan (pilot project) nasional dalam program penguatan pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi kementerian dan lembaga (PTKL), bersama Politeknik Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, di Ruang Serbaguna Museum Akpol, Semarang, Jawa Tengah, menegaskan bahwa pendidikan memegang peran krusial dalam membangun ketahanan integritas individu sebagai fondasi utama pencegahan korupsi.

“Kalau masih ada pikiran kotor dan niat korupsi, sistem sebagus apa pun akan tetap dicari celahnya,” ujar Wawan dalam keterangannya,  Selasa (9/6/2026).

Wawan menambahkan, program ini merupakan bagian dari perluasan implementasi PAK yang sebelumnya telah diterapkan di sejumlah perguruan tinggi kedinasan lain, seperti Politeknik Statistika STIS, Politeknik Pengayoman Indonesia, dan PTDI STTD Kementerian Perhubungan. Melalui kegiatan yang berlangsung pada 9–12 Juni 2026, para dosen dan pengasuh Akpol akan menyusun peta jalan (road map) nilai integritas untuk diajarkan kepada para taruna.

BACA JUGA:  KPK OTT di Cilacap, 27 Orang Diamankan Termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman

Sementara itu, Wakil Gubernur Akpol Brigjen Pol Muhammad Taslim Chairuddin menyambut baik kerja sama ini. Membacakan sambutan Gubernur Akpol Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, Taslim menyatakan bahwa Akpol berkomitmen mencetak perwira yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan moral yang kokoh.

“Melalui penyelarasan kurikulum dan penguatan ekosistem pendidikan ini, saya berharap nilai integritas tidak hanya menjadi hafalan di kelas, tetapi juga tercermin dalam budaya dan praktik pengasuhan sehari-hari,” kata Taslim.

Ia pun langsung menginstruksikan jajaran tenaga pendidik Akpol untuk merumuskan integrasi nilai antikorupsi tersebut ke dalam kurikulum akademi secara sistematis demi melahirkan generasi penegak hukum yang berintegritas dan tepercaya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru