Overview:
SulawesiPos.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, kembali melontarkan pernyataan tentang potensi persoalan hukum yang akan menimpa Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Pernyataan tersebut disampaikan Noel setelah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Ia mengklaim memiliki informasi kuat bahwa Purbaya berada di ambang pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Artinya semakin terbukti bahwa informasi saya, Pak Purbaya tinggal sejengkal lagi. Apalagi kemarin KPK bilang saya angkat topi ke Pak Purbaya. Lama-lama Pak Purbaya akan angkat koper dari rumahnya untuk ke KPK. Itu pesannya. Hati-hati Pak Purbaya,” ujar Noel.
Noel menilai posisi Purbaya saat ini berada dalam tekanan serius.
Ia mengaitkannya dengan sejumlah kebijakan Menteri Keuangan yang dinilai mengusik kepentingan kelompok tertentu.
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memicu serangan balik dari pihak yang merasa dirugikan.
“Beliau punya kebijakan yang bagus, tapi banyak elite terganggu. Banyak pemain-pemain liar di republik ini yang merasa terusik. Ingat, hukum di republik ini bisa dibeli,” tegasnya.
Selain memberi peringatan, Noel juga melontarkan kritik bernada satir terhadap institusi penegak hukum.
Ia menyebut istilah “Komisi Penitipan Kasus” untuk menggambarkan dugaan praktik transaksional dalam penanganan perkara.
Ia bahkan mengaku pernah didatangi pihak tertentu yang diduga menawarkan penitipan kasus.
“Saya mau bikin yang namanya komisi penitipan kasus. Komisi penitipan kasus ini datang ke tempat saya. Titip kasusnya apa? Nah, kawan-kawan tahu kan? Akan kita operasi tipu-tipu,” ungkap Noel.
Noel menegaskan bahwa peringatannya kepada Purbaya bukan kali pertama.
Dalam sidang sebelumnya, ia juga menyinggung adanya informasi yang ia sebut sebagai data “A1”.
“Pesannya buat Pak Purbaya, modusnya hampir sama semua. Hati-hati Pak Purbaya. Sejengkal lagi, saya mendapatkan informasi A1,” bebernya.
Ia bahkan menggunakan istilah khusus untuk menggambarkan kemungkinan skenario tersebut.
“Pak Purbaya akan dinoelkan. Hati-hati Pak Purbaya,” pungkasnya.