Gambar konsep desain Kompleks pemakaman muslim premium Patalassang Memorial Estate di Kab. Gowa
SulawesiPos.com — Kebutuhan akan tempat pemakaman umum (TPU) di kawasan metropolitan Makassar dan sekitarnya kini berada pada titik krusial.
Sejumlah tempat pemakaman publik di Kota Makassar dilaporkan makin terbatas, padat, bahkan terkesan kumuh akibat penumpukan makam.
Menanggapi krisis tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pun mulai menjajaki pencarian lahan pekuburan baru di luar wilayah administratifnya, seperti di Kabupaten Gowa dan Maros.
Di tengah keterbatasan lahan pekuburan tersebut, Pattallassang Memorial Estate (PME) hadir memberikan solusi alternatif bagi masyarakat dengan menghadirkan kawasan pemakaman muslim premium pertama di Kabupaten Gowa.
Mengusung filosofi Legacy of Love, PME menawarkan pemakaman terpadu berbasis keasrian, kerapian, serta pelayanan all-in-one yang dikelola secara profesional.
Berada di lokasi strategis Jalan Poros Ruas Provinsi, Pacelekang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, PME dirancang bukan sekadar area pemakaman biasa.
Lokasinya dibuat terpadu, asri, tenang, serta memiliki akses langsung di tepi jalan utama yang relatif dekat dari pusat Kota Makassar.
Founder PME, H. Surachman, menjelaskan bahwa keunggulan layanan dan fasilitas PME berakar dari rasa hormat yang mendalam terhadap nilai-nilai kekeluargaan.
Dikelola secara profesional, lingkungan pemakaman dipastikan selalu bersih, hijau, dan terawat sepanjang waktu guna memberikan ketenangan pikiran bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Di balik setiap makam ada cerita tentang keluarga, orang tua, pasangan, anak, dan sosok terkasih. Melalui filosofi Legacy of Love, PME hadir memastikan tempat peristirahatan terakhir mereka senantiasa terjaga secara terhormat dan dikelilingi fasilitas yang memberikan kemudahan penuh bagi keluarga,” ujar Surachman di Makassar, Jumat (25/9/2026).
Ia menambahkan, kehadiran PME turut menjadi jawaban konkret atas makin sulitnya mencari lahan pemakaman yang tertata dengan baik di kawasan metropolitan Makassar, Gowa, Maros, dan sekitarnya (Mamminasata).
Keterbatasan lahan selama ini membuat prosesi pemakaman membutuhkan persiapan panjang dan tak jarang membebankan logistik keluarga di suasana duka.
Sementara itu, Direktur Utama Pattallassang Memorial Estate, Jumardi Muhiddin, menyampaikan bahwa PME menawarkan kepraktisan penuh melalui sistem pelayanan satu pintu (all-in-one).
Seluruh prosesi pemulasaraan jenazah—mulai dari pengurusan awal, perlengkapan pemakaman, hingga proses pemakaman—ditangani secara komprehensif oleh tim profesional PME.
Guna menunjang kenyamanan keluarga dan peziarah, PME dilengkapi ragam fasilitas pendukung modern.
Di antaranya layanan ambulans dan kendaraan pengantar khusus keluarga, masjid representatif, hingga area parkir luas yang mampu menampung hingga 200 mobil dengan kapasitas kawasan mencapai ribuan orang dalam satu kesempatan.
“Penataan taman dan kebersihan makam terjamin secara berkelanjutan. Semua kami upayakan agar keluarga yang datang merasakan kenyamanan saat melepas orang terkasih,” jelas Jumardi.
Salah satu founder PME, Harun Arrasyid, yang dihubungi SPos, menjelaskan bahwa untuk setiap pembelian kapling makam seharga Rp23 juta per unit, konsumen akan mendapatkan garansi pemeliharaan kebersihan makam selama 10 tahun.
“Setelah garansi pemeliharaan kebersihan makam berakhir, keluarga pemilik makam akan membayar iuran dengan nilai yang akan diatur dan dikelola yayasan,” tambah Harun.
Rangkaian keunggulan layanan dan fasilitas terpadu Pattallassang Memorial Estate ini akan diperkenalkan secara resmi kepada publik melalui Soft Launching yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di Kota Makassar, dengan mengundang Imam Besar New York, KH Shamsi Ali.