Menteri UMKM Maman Abdurrahman, saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan di Kampus Unhas, Makassar
Sulawesi Pos.com — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menegaskan kembali aturan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan di Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (15/9/2026).
Ia menekankan bahwa perbankan dilarang meminta jaminan atau agunan bagi pinjaman bernilai hingga Rp100 juta.
Maman menjelaskan, regulasi KUR sengaja dirancang lebih longgar dibanding pinjaman konvensional demi memudahkan pelaku usaha mikro mengakses permodalan, dengan tetap mengedepankan aspek pemberdayaan serta pendampingan.
“Secara aturan, ini saya pertegas sekali lagi, untuk program KUR pinjaman dari 1 juta sampai 100 juta tidak boleh ditahan atau diminta agunan, karena itu adalah afirmasi. Yang di atas 100 juta sampai 500 juta baru ada agunan,” ujar Maman.
Terkait temuan oknum pihak perbankan di lapangan yang masih mewajibkan agunan di bawah pagu tersebut, kementeriannya terus menggencarkan sosialisasi sekaligus penindakan.
Menurutnya, praktik tersebut umumnya dipicu kekhawatiran dan ketidakpercayaan perbankan terhadap kemampuan bayar nasabah.
“Kata kuncinya adalah pemberdayaan kepada saudara-saudara kita,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Maman turut mengapresiasi kinerja penyaluran KUR di Sulawesi Selatan yang telah mencapai Rp12,5 triliun bagi 189.000 debitur. Porsi penyaluran ke sektor produktif di daerah ini bahkan melampaui target nasional.
“Berdasarkan kebijakan yang kita dorong, minimal 60 persen dialokasikan ke sektor produksi. Sulawesi Selatan penyaluran KUR ke sektor produksinya mencapai kurang lebih 73 persen. Ini di atas rata-rata nasional dan luar biasa,” tuturnya.
Maman juga membeberkan alasan strategis menggandeng perguruan tinggi seperti Unhas dalam pengembangan kewirausahaan.
Selain melihat Sulsel sebagai simbol pencetak saudagar tangguh, ia meyakini kemajuan UMKM di berbagai belahan dunia selalu bertumpu pada kolaborasi dengan dunia akademik.
“Kampus adalah institusi pendorong inovasi, kreativitas, riset akademik, dan riset terapan. Saya berharap Unhas menjadi motor penggerak lahirnya wirausaha muda baru dari Sulawesi Selatan,” pungkasnya seraya mengapresiasi konsistensi jajaran rektorat Unhas dalam memajukan inovasi kampus.