Categories: Ekonomi

Dosen IBK Nitro: Antrean Solar Mengular di Sulsel, Ganggu Rantai Pasok Distribusi Barang dan Jasa

SulawesiPos.com — Antrean panjang truk angkutan dan kendaraan logistik yang menunggu pasokan solar kembali terlihat di berbagai SPBU di Sulawesi Selatan. Kondisi ini dinilai bukan lagi sekadar urusan antre BBM biasa, melainkan sudah memukul langsung kelancaran rantai pasok barang dan jasa di lapangan.

Pengamat ekonomi dari Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, Dr Hendra Gunawan SE MM, menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar adalah urat nadi utama aktivitas perekonomian daerah. Ketika solar langka dan antrean mengular, seluruh alur perpindahan barang langsung macet total.

“Mengganggu rantai pasok, karena perpindahan barang, pertukaran ekonomi, jalur distribusi, kegiatan ekonomi lain terdampak. Bahan baku produk kalau terlambat, produksi terganggu. Selama ini satu pekan memproduksi sekian ton, karena tidak sampai sesuai waktu, produksi mandek dan biaya ikut bengkak. Ujung-ujungnya larinya ke barang sembako,” ujar Hendra saat berbincang dengan SPos, Rabu (9/9/2026).

Dampak di lapangan pun kian berat bagi para pelaku usaha angkutan dan logistik. Hendra menjelaskan bahwa biaya bahan bakar memakan porsi 30 hingga 50 persen dari total ongkos jalan.

Saat solar subsidi raib, sopir mau tidak mau merogoh kocek lebih dalam untuk beli solar non-subsidi atau solar eceran dengan harga spekulatif demi mengejar waktu. Kenaikan biaya ini otomatis mendongkrak tarif kargo di pasaran.

Hendra menambahkan, waktu tempuh pengiriman juga ikut molor parah karena armada tertahan berjam-jam bahkan berhari-hari di SPBU. Imbasnya sangat fatal bagi komoditas pangan segar seperti sayur, buah, ikan, dan daging yang mudah membusuk di jalan, sehingga memicu kerugian besar bagi petani dan distributor.

Ketidakpastian jadwal ini pun bikin jadwal logistik amburadul, stok barang di toko menipis, dan pada akhirnya konsumen akhir yang harus menanggung lonjakan harga belanjaan sehari-hari.

Melihat situasi ini terus berulang, Hendra meminta pemerintah daerah dan instansi terkait tidak menutup mata dan segera turun tangan dengan solusi konkret.

“Energi sangat vital, di beberapa daerah terjadi kelangkaan solar dan antrean BBM panjang. Pemerintah harus peka melihat fenomena ini dan harus bergerak cepat, masyarakat harapannya hanya dari pemerintah,” kata Hendra.

Ia pun menyarankan adanya pemisahan jalur pengisian agar armada niaga tidak lagi berjejal di jalan umum bersama kendaraan warga biasa.

“Pemerintah harus kreatif mencari solusi, misalnya menyediakan stasiun pengisian atau SPBU khusus untuk solar di kawasan industri, khusus solar armada angkutan. Jangan dicampur dengan BBM masyarakat, itu mengganggu ketertiban umum, usaha terhalang, dan pengguna jalan terhambat karena kepadatan lalu lintas. Jangan disatukan,” pungkasnya.

MN Abdurrahman

Share
Published by
MN Abdurrahman
Tags: hendra gunawan ibk nitro Inflasi Pangan Kelangkaan Solar Logistik Rantai Pasok spbu makassar Sulawesi Selatan