Pergerakan saham. (Dok. Ilustrasi)
SulawesiPos.com – Rekomendasi saham hari ini untuk Selasa (4/8/2026), bergerak di tengah IHSG yang menutup perdagangan Senin (3/8/2026) dengan koreksi tipis 0,03 persen ke level 6.234,49. Tekanan pasar belum benar-benar reda karena 348 saham ditutup melemah, 292 saham menguat, dan 150 saham stagnan, dengan volume transaksi 38,78 miliar saham, nilai perdagangan Rp14,38 triliun, serta frekuensi 2,33 juta kali.
Tekanan terbesar terhadap indeks datang dari sektor teknologi yang turun 1,52 persen, disusul properti 0,77 persen dan energi 0,76 persen.
Di sisi lain, sektor konsumen non-primer justru naik 1,64 persen, kesehatan 1,26 persen, dan barang baku 0,50 persen, menandakan rotasi sektor masih berlangsung di tengah pasar yang selektif.
Sentimen yang membayangi pasar belum hanya datang dari pergerakan teknikal. Bursa juga masih menimbang arah suksesi Gubernur Bank Indonesia, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, data ketenagakerjaan Amerika Serikat, serta tekanan eksternal dari harga minyak dan pelemahan rupiah yang pada awal pekan bergerak di kisaran Rp17.978 per dolar AS.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas melihat IHSG masih punya ruang menguat dengan target 6.352-6.545. Namun, skenario ini datang bersama peringatan bahwa indeks tetap rawan berbalik dalam jangka pendek ke area 6.122-6.180. Dalam pandangan ini, support IHSG berada di 6.029 dan 5.839, sedangkan resistance terdekat ada di 6.266 dan 6.377.
Pandangan yang lebih hati-hati datang dari Pilarmas Investindo Sekuritas. Mereka melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan rentang support dan resistance 6.130-6.260. Dua skenario ini membuat perdagangan hari ini masih cocok dibaca sebagai fase selektif: peluang tetap terbuka, tetapi ruang profit taking belum hilang.
Di luar saham teknikal pilihan MNC Sekuritas, rangkuman broker pada Selasa ini juga menampilkan daftar emiten yang cukup luas.
Bloomberg Technoz mencatat BRI Danareksa Sekuritas menyoroti TINS, EMTK, dan JELI; BNI Sekuritas memilih INDF, BFIN, BNBR, DSSA, LSIP, dan DOOH; Phillip Sekuritas menempatkan FORE dan EXCL; CGS International Sekuritas menyoroti TLKM, EXCL, AALI, DSNG, HRUM, dan INTP; Phintraco Sekuritas memilih ICBP, MAPA, MEDC, ELSA, dan ASII; Panin Sekuritas memantau AALI, TINS, dan INCO; sedangkan Mirae Asset Sekuritas memasukkan ANTM, MBMA, dan SMRA.
Dari daftar tersebut, empat saham pilihan MNC Sekuritas menjadi salah satu yang paling rinci karena disertai area akumulasi, target, dan batas risiko.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 4,39 persen ke Rp4.280 pada perdagangan sebelumnya, dengan peningkatan volume pembelian.
Secara teknikal, posisinya dinilai berada di awal wave (v) dari wave [c], sehingga masih menarik untuk dicermati saat harga mendekati area buy on weakness Rp4.040-Rp4.170. Target terdekat dipasang di Rp4.620 dan Rp4.900, dengan stop loss di bawah Rp3.810.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkoreksi 1,40 persen ke Rp1.060 dan pergerakannya menyempit di rentang MA20 dan MA60. Kondisi ini dibaca sebagai bagian dari wave [d] dari wave 4 pada pola triangle.
Area buy on weakness berada di Rp925-Rp1.050, sementara target harganya Rp1.120 dan Rp1.170. Batas stop loss dipasang di bawah Rp905.
PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) turun 1,12 persen ke Rp88 dengan tekanan jual yang masih terlihat. Meski begitu, secara pola teknikal saham ini dinilai sedang berada di fase awal wave [ii] dari wave C.
Area buy on weakness dipetakan pada Rp82-Rp88, dengan target Rp97 dan Rp102. Stop loss berada di bawah Rp81.
PT Harum Energy Tbk (HRUM) menguat 5,99 persen ke Rp885 dan ditopang kenaikan volume pembelian. Posisi teknikalnya diperkirakan berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, sehingga masih masuk radar pelaku pasar untuk skenario buy on weakness di area Rp830-Rp855. Target harga yang dipasang berada di Rp925 dan Rp970, dengan stop loss di bawah Rp815.
Melihat struktur pasar saat ini, daftar rekomendasi saham hari ini lebih tepat diperlakukan sebagai panduan pantauan aktif, bukan sinyal untuk mengejar harga secara agresif.
Seleksi emiten, disiplin entry, dan kepatuhan pada batas stop loss tetap menjadi penentu utama di tengah peluang penguatan yang masih dibayangi risiko pembalikan arah dan profit taking.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.