Categories: Ekonomi

Saham Multipolar Technology dari Rp25 Ribuan Turun ke Kisaran Rp1.000, Stock Split MLPT Berlaku Hari Ini

SulawesiPos.com – PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) resmi menjalankan stock split dengan rasio 1:25, sehingga saham yang sebelumnya diperdagangkan di kisaran Rp25.950 per lembar kini memiliki harga teoritis Rp1.040 pada perdagangan Selasa (21/7/2026), sebuah perubahan besar yang membuat saham emiten teknologi Grup Lippo itu tampil jauh lebih murah di layar perdagangan.

Penyesuaian itu dilakukan Bursa Efek Indonesia setelah nilai nominal saham MLPT dipecah dari Rp100 per lembar menjadi Rp4 per lembar.

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari, mengatakan perubahan harga teoretis, jumlah saham hasil stock split, dan parameter saham MLPT di sistem JATS mulai berlaku pada 21 Juli 2026.

“Penyesuaian harga teoretis, jumlah saham hasil stock split dan perubahan parameter saham MLPT dalam JATS akan dilaksanakan pada 21 Juli 2026,” kata Pande dalam keterbukaan informasi.

Sebelum stock split berlaku, harga akhir cum saham MLPT di pasar reguler pada 20 Juli 2026 tercatat sebesar Rp25.950 per saham.

Dari level itu, harga teoritis baru dihitung dengan formula Rp25.950 dibagi 25 menjadi Rp1.038, lalu disesuaikan dengan fraksi harga di sistem perdagangan menjadi Rp1.040 per lembar.

Dengan begitu, saham MLPT yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribuan kini efektif tampil di level sekitar Rp1.000 setelah pemecahan saham resmi berlaku.

Jumlah Saham Beredar Naik Tajam

Manajemen MLPT sebelumnya menjelaskan stock split dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus membuat harga saham perseroan lebih mudah dijangkau investor ritel.

Perseroan juga berharap langkah itu dapat memperluas basis pemegang saham dan menarik investor baru ke saham MLPT.

“Pemecahan saham dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan serta menjadikan harga saham Perseroan lebih terjangkau bagi para investor ritel,” tulis manajemen MLPT.

Dalam aksi korporasi ini, setiap satu saham lama dipecah menjadi 25 saham baru.

Akibatnya, jumlah saham beredar MLPT melonjak dari 1,875 miliar saham menjadi 46,875 miliar saham setelah stock split berlaku.

Sementara itu, nilai nominal saham berubah dari Rp100 per saham menjadi Rp4 per saham.

Manajemen menegaskan stock split tidak mengubah nilai ekonomi maupun hak kepemilikan pemegang saham karena seluruh penyesuaian dilakukan secara proporsional sesuai rasio pemecahan saham.

Selain menambah likuiditas, MLPT juga menilai stock split dapat membantu pengendalian volatilitas, meningkatkan daya saing saham, dan menjaga struktur kepemilikan tetap stabil.

“Struktur kepemilikan saham Perseroan tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau bagi investor,” tulis manajemen.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: BEI Bursa Efek Indonesia Multipolar pasar modal