Categories: Ekonomi

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan proyek LNG Abadi Masela menjadi tonggak penting bagi kemandirian energi nasional sekaligus mesin baru kemakmuran rakyat. Penegasan itu disampaikan dalam groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas atau LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis, 16 Juli 2026.

Framing tersebut juga menjadi pokok siaran pers resmi Presiden RI yang diterbitkan pada hari yang sama. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa proyek Masela bukan sekadar investasi migas berskala besar, tetapi bagian dari fondasi jangka panjang untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa melalui pengelolaan energi.

“Dengan demikian proyek strategis nasional Abadi Masela, merupakan proyek yang sungguh sangat penting, proyek ini hampir 3 decade kita tunggu, rakyat 3 decade menunggu, hari ini kita mulai melakukan pembangunan, tidak boleh terhambat, pembangunannya harus selesai dengan Waktu sesingkat-singkatnya,” kata Prabowo.

Presiden juga mengaitkan kemerdekaan suatu bangsa dengan kemampuannya menjaga keberlanjutan hidup di tengah dunia modern yang sangat bergantung pada energi. Menurut dia, Indonesia memiliki karunia cadangan energi besar di wilayah Tanimbar dan Maluku yang harus diolah untuk kepentingan nasional.

“Kemerdekaan suatu bangsa tujuannya adalah tentunya bangsa ingin menjamin kelangsungan hidupanya, di dalam dunia modern, sejak ratusan atau ribuan tahun, energi salah satu syarat kelangsungan suatu bangsa,” ujar Prabowo.

Proyek LNG Abadi Masela sendiri dikembangkan oleh konsorsium INPEX Masela Ltd, PT Pertamina (Persero), dan Petronas dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS. Lapangan gas ini berada sekitar 170 hingga 180 kilometer di barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Fasilitasnya dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, disertai pasokan gas pipa domestik 150 juta standar kaki kubik per hari dan produksi kondensat sekitar 35.000 barel per hari. Pemerintah memproyeksikan proyek ini menjadi salah satu penggerak utama ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Didorong jadi pengungkit ekonomi kawasan timur

Selain memperkuat energi nasional, pemerintah juga menempatkan Masela sebagai pengungkit ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. Proyek ini diproyeksikan mendorong aktivitas industri pendukung, membuka lapangan kerja, serta memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design atau FEED proyek itu dilaporkan sudah mencapai 79,56 persen, melampaui target. Pemerintah menargetkan berbagai tahapan strategis dapat terus bergerak menuju final investment decision pada akhir 2026.

Prabowo dalam pidatonya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memungkinkan proyek ini akhirnya bergerak setelah penantian panjang. Ia secara khusus menyebut investor dari Jepang, INPEX, mitra dari Malaysia, Petronas, serta Pertamina yang menurutnya harus bahu-membahu agar proyek segera masuk fase produksi dan cepat menghasilkan.

Masela juga disebut menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi carbon capture and storage sejak tahap pengembangan. Pemerintah menyatakan skema itu menjadi bagian dari upaya membangun proyek energi yang lebih kompetitif sekaligus memperhatikan aspek lingkungan.

Menurut kajian LPEM FEB UI yang dikutip pemerintah, proyek ini diperkirakan berkontribusi sekitar 137,7 miliar dolar AS terhadap produk domestik bruto nasional hingga 2055. Selain itu, proyek tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi.

Dengan dimulainya groundbreaking, proyek LNG Abadi Masela kini resmi bergerak dari fase panjang perencanaan menuju pembangunan fisik, dengan pemerintah menempatkannya sebagai simbol baru kemandirian energi sekaligus instrumen pertumbuhan ekonomi nasional.

MN Abdurrahman

Share
Published by
MN Abdurrahman
Tags: Prabowo Subianto kemandirian energi LNG Indonesia Blok Masela Kepulauan Tanimbar Gas Abadi Blok Masela