Indonesia-Prancis Bentuk Dewan Bisnis Baru, Kantongi Kesepakatan Investasi USD 3,5 Miliar

SulawesiPos.com – Hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis memasuki fase baru dengan diluncurkannya France–Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC) atau Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia–Prancis.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan pembentukan forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus mempercepat realisasi investasi antara kedua negara.

“Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan dalam keterangannya.

Menurut Rosan, dewan bisnis tersebut mempertemukan sekitar 30 pimpinan perusahaan dan pelaku industri terkemuka dari Indonesia dan Prancis.

Perusahaan-perusahaan yang terlibat memiliki total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun, mencerminkan besarnya potensi kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan ke depan.

BACA JUGA:  IHSG Tertekan, Bos Danantara Rosan Roeslani Tegaskan Fokus Investasi Jangka Panjang

Forum ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha kedua negara sekaligus memperkuat hubungan ekonomi bilateral yang selama ini terus berkembang.

Peluncuran FI-HLBC juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai USD 3,5 miliar.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan.

“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” jelasnya.

Kawal Realisasi Investasi dan Target Perdagangan 2035

Rosan menegaskan salah satu fungsi utama FI-HLBC adalah memastikan berbagai komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya dapat direalisasikan secara optimal.

Ia mencontohkan saat kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia pada Mei 2025, kedua negara berhasil menandatangani 27 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai lebih dari USD 11 miliar.

Menurutnya, forum tersebut akan berperan dalam mengidentifikasi hambatan investasi, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, serta mengawal implementasi kerja sama yang telah disepakati.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Melawat ke Prancis, Ini Bahasannya Bersama Macron

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” lanjutnya.

Ke depan, Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035.

Pemerintah kedua negara bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan MEDEF International akan terus memperkuat kerja sama ekonomi di berbagai sektor strategis.

“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global,” tutup Rosan.

SulawesiPos.com – Hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis memasuki fase baru dengan diluncurkannya France–Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC) atau Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia–Prancis.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan pembentukan forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus mempercepat realisasi investasi antara kedua negara.

“Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan dalam keterangannya.

Menurut Rosan, dewan bisnis tersebut mempertemukan sekitar 30 pimpinan perusahaan dan pelaku industri terkemuka dari Indonesia dan Prancis.

Perusahaan-perusahaan yang terlibat memiliki total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun, mencerminkan besarnya potensi kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan ke depan.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Melawat ke Prancis, Ini Bahasannya Bersama Macron

Forum ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha kedua negara sekaligus memperkuat hubungan ekonomi bilateral yang selama ini terus berkembang.

Peluncuran FI-HLBC juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai USD 3,5 miliar.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan.

“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” jelasnya.

Kawal Realisasi Investasi dan Target Perdagangan 2035

Rosan menegaskan salah satu fungsi utama FI-HLBC adalah memastikan berbagai komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya dapat direalisasikan secara optimal.

Ia mencontohkan saat kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Indonesia pada Mei 2025, kedua negara berhasil menandatangani 27 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai lebih dari USD 11 miliar.

Menurutnya, forum tersebut akan berperan dalam mengidentifikasi hambatan investasi, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, serta mengawal implementasi kerja sama yang telah disepakati.

BACA JUGA:  Di Istana Élysée, Prabowo Dorong Kemitraan Indonesia-Prancis untuk Perdamaian Dunia

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” lanjutnya.

Ke depan, Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada 2035.

Pemerintah kedua negara bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan MEDEF International akan terus memperkuat kerja sama ekonomi di berbagai sektor strategis.

“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global,” tutup Rosan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru