SulawesiPos.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyambut peluncuran France–Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC) sebagai momentum penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis.
Peluncuran forum bisnis tingkat tinggi tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis dan disaksikan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Menurut Rosan, kehadiran FI-HLBC tidak hanya menjadi ruang dialog antara pelaku usaha kedua negara, tetapi juga sarana untuk mempercepat realisasi investasi dan perdagangan.
“Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara. Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan.
Forum tersebut mempertemukan 30 pimpinan perusahaan dan industri terkemuka dari Indonesia maupun Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar AS.
Dewan bisnis itu dipimpin bersama oleh CEO Danone sekaligus Ketua France–Indonesia Business Council MEDEF International, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie.
Keberadaan forum tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat kerja sama ekonomi strategis kedua negara.
Rosan mengungkapkan peluncuran FI-HLBC turut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai mencapai 3,5 miliar dolar AS.
Kesepakatan tersebut mencakup sektor ketahanan energi, perdagangan, hingga kerja sama pertahanan yang menjadi fokus utama pengembangan hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis.
“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Rosan.
Kawal Realisasi Investasi dan Komitmen Kerja Sama
Selain mendorong investasi baru, dewan bisnis ini juga akan berfungsi mengawal pelaksanaan berbagai nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya.
Rosan mengingatkan bahwa saat kunjungan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, sebanyak 27 MoU ditandatangani dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.
Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan secara optimal.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” lanjutnya.
Target Perdagangan Bilateral Naik Tiga Kali Lipat
Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan nilai perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada 2035.
Dengan dukungan pemerintah kedua negara, KADIN Indonesia dan MEDEF International akan memperkuat koridor ekonomi bilateral guna membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.
Rosan optimistis sinergi antara pemerintah dan dunia usaha akan menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan membuka lapangan kerja baru.
“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global,” tutup Rosan.

