Berikut Prediksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin, 4 Mei 2026

SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,03 persen ke level 6.956 pada perdagangan terakhir, Kamis pekan lalu (30/4/2026).

Pelemahan ini disertai tekanan jual yang cukup kuat hingga menembus area support krusial di 6.917.

Dalam timeframe mingguan, IHSG juga tercatat terkoreksi 2,42 persen, menandakan dominasi tekanan jual masih berlanjut.

Menurut MNC Sekuritas, secara teknikal, pergerakan indeks saat ini berada dalam fase koreksi lanjutan.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih rawan melanjutkan pelemahan ke rentang 6.645 hingga 6.838 pada perdagangan Senin (4/5/2026).

Level support berada di 6.838 dan 6.745, sementara resistance terdekat berada di 7.022 dan 7.240.

Rekomendasi Saham

ANTM

Saham ANTM terkoreksi 3,61 persen ke level 3.740 dengan dominasi tekanan jual. Meski demikian, saham ini dinilai menarik untuk strategi buy on weakness di kisaran 3.550 hingga 3.710, dengan target harga 3.910 hingga 4.130 dan batas risiko di bawah 3.450.

BACA JUGA:  IHSG Terpeleset dari Level 9.000: Panic Selling Melanda di Tengah Gejolak Global

CPIN

Sementara itu, CPIN turun 2,43 persen ke level 4.010 dan masih berada di fase awal koreksi. Saham ini direkomendasikan untuk trading buy di rentang 3.990 hingga 4.000, dengan target 4.190 hingga 4.260 serta stoploss di bawah 3.970.

DEWA

Saham DEWA melemah tipis 0,80 persen ke level 496, namun mulai disertai volume pembelian. Investor dapat mempertimbangkan buy on weakness pada kisaran 458 hingga 486 dengan target harga 545 hingga 595, serta stoploss di bawah 438.

MAPI

Adapun MAPI terkoreksi cukup dalam sebesar 5,81 persen ke level 1.215 dan menembus MA200. Saham ini masih berpotensi mengalami tekanan, namun dapat dicermati untuk buy on weakness di rentang 1.180 hingga 1.215, dengan target 1.345 hingga 1.410 dan stoploss di bawah 1.125.

 

Secara keseluruhan, pasar saham domestik masih dibayangi tekanan jual yang kuat.

Investor disarankan tetap berhati-hati dan selektif dalam mengambil posisi, terutama dengan memanfaatkan momentum pelemahan untuk akumulasi bertahap.

BACA JUGA:  IHSG Menguat Tajam di Awal 2026, Melonjak 1,27 Persen

Disclaimer: Rekomendasi ini merupakan analisis teknikal dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada masing-masing investor.

SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,03 persen ke level 6.956 pada perdagangan terakhir, Kamis pekan lalu (30/4/2026).

Pelemahan ini disertai tekanan jual yang cukup kuat hingga menembus area support krusial di 6.917.

Dalam timeframe mingguan, IHSG juga tercatat terkoreksi 2,42 persen, menandakan dominasi tekanan jual masih berlanjut.

Menurut MNC Sekuritas, secara teknikal, pergerakan indeks saat ini berada dalam fase koreksi lanjutan.

Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih rawan melanjutkan pelemahan ke rentang 6.645 hingga 6.838 pada perdagangan Senin (4/5/2026).

Level support berada di 6.838 dan 6.745, sementara resistance terdekat berada di 7.022 dan 7.240.

Rekomendasi Saham

ANTM

Saham ANTM terkoreksi 3,61 persen ke level 3.740 dengan dominasi tekanan jual. Meski demikian, saham ini dinilai menarik untuk strategi buy on weakness di kisaran 3.550 hingga 3.710, dengan target harga 3.910 hingga 4.130 dan batas risiko di bawah 3.450.

BACA JUGA:  OJK Perketat Transparansi Pasar Modal, Pemilik Saham Besar hingga UBO Kini Diungkap

CPIN

Sementara itu, CPIN turun 2,43 persen ke level 4.010 dan masih berada di fase awal koreksi. Saham ini direkomendasikan untuk trading buy di rentang 3.990 hingga 4.000, dengan target 4.190 hingga 4.260 serta stoploss di bawah 3.970.

DEWA

Saham DEWA melemah tipis 0,80 persen ke level 496, namun mulai disertai volume pembelian. Investor dapat mempertimbangkan buy on weakness pada kisaran 458 hingga 486 dengan target harga 545 hingga 595, serta stoploss di bawah 438.

MAPI

Adapun MAPI terkoreksi cukup dalam sebesar 5,81 persen ke level 1.215 dan menembus MA200. Saham ini masih berpotensi mengalami tekanan, namun dapat dicermati untuk buy on weakness di rentang 1.180 hingga 1.215, dengan target 1.345 hingga 1.410 dan stoploss di bawah 1.125.

 

Secara keseluruhan, pasar saham domestik masih dibayangi tekanan jual yang kuat.

Investor disarankan tetap berhati-hati dan selektif dalam mengambil posisi, terutama dengan memanfaatkan momentum pelemahan untuk akumulasi bertahap.

BACA JUGA:  IHSG Anjlok ke 7.887 Pada Sesi I, Pelaku Pasar Cermati Risiko MSCI dan Respons Pemerintah

Disclaimer: Rekomendasi ini merupakan analisis teknikal dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada masing-masing investor.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru