Categories: Ekonomi

Dua Petinggi Mundur, Lippo Karawaci Pastikan Tak Berdampak Material ke Perusahaan

Overview

  • LPKR menerima pengunduran diri Kartini Sjahrir sebagai Komisaris Independen dan Marlo Budiman sebagai Presiden Direktur.
  • Manajemen memastikan perubahan pimpinan tidak berdampak material pada operasional, keuangan, dan kelangsungan usaha.
  • Pergantian pejabat tetap menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi sentimen investor dan pergerakan saham jangka pendek.

SulawesiPos.com – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan pengunduran diri dua pejabat puncak perseroan, yakni Kartini Sjahrir dari jabatan Komisaris Independen dan Marlo Budiman dari posisi Presiden Direktur.

Sekretaris Perusahaan LPKR, Ratih Safitri, menyampaikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri keduanya pada akhir Januari 2026.

“Pada tanggal 30 Januari 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Ibu Kartini Sjahrir dari jabatannya sebagai Komisaris Independen dan Marlo Budiman dari jabatannya sebagai Presiden Direktur Perseroan,” kata Ratih, dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (3/2).

Selain itu, Marlo Budiman juga mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) pada tanggal yang sama.

Ratih menjelaskan, penyampaian keterbukaan informasi ini dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Terkait tindak lanjut pengunduran diri tersebut, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, perseroan tidak merinci alasan di balik pengunduran diri kedua pejabat tersebut.

Namun, manajemen menegaskan bahwa langkah ini tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha perusahaan.

“Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” pungkasnya.

Sekilas Tentang PT Lippo Karawaci Tbk

PT Lippo Karawaci Tbk merupakan perusahaan pengembang properti yang berbasis di Indonesia.

Kegiatan usahanya mencakup pengelolaan pusat perbelanjaan Lippo Mall, layanan kesehatan melalui Rumah Sakit Siloam, serta perhotelan di bawah merek Hotel Aryaduta.

Perseroan juga mengembangkan sejumlah proyek properti besar, di antaranya Lippo Village, Lippo Cikarang, Tanjung Bunga, Royal Serpong Village, hingga San Diego Hills Memorial Park.

LPKR resmi melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada Juni 1996.

Potensi Dampak ke Harga Saham dan Pasar Modal

Pergantian pejabat tinggi di perusahaan terbuka kerap menjadi perhatian pelaku pasar.

Berdasarkan laporan Federal Reserve Bank of New York berjudul Executive Turnover and Firm Performance (Staff Report No. 166) karya Steven N. Kaplan dan Bernadette A. Minton (2006), perubahan mendadak pada jajaran eksekutif berpotensi memicu volatilitas harga saham dalam jangka pendek.

Dalam kondisi tertentu, pasar dapat merespons negatif apabila pejabat yang mundur dinilai memiliki peran strategis atau pengunduran diri terjadi tanpa kejelasan rencana suksesi.

Sebaliknya, apabila resign dilakukan karena rotasi normal atau alasan personal, dampaknya terhadap pergerakan saham cenderung lebih terbatas.

Sederhananya laporan tersebut menunjukkan bahwa perubahan mendadak pada jajaran eksekutif sering direspons negatif oleh pasar saham.

Terutama jika terjadi di luar rencana suksesi normal. Investor menilai pergantian ini sebagai peningkatan risiko manajerial dan ketidakpastian arah perusahaan .

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Komisaris Independen Lippo Karawaci LPKR Pengunduran Diri Direksi Presiden Direktur