Categories: Ekonomi

IHSG Anjlok 8%, Perdagangan Terganggu Sentimen MSCI dan Goldman Sachs

Overview

  • IHSG kembali mengalami trading halt Kamis (29/1/2026) setelah anjlok 8% ke level 7.654,66, dengan transaksi senilai Rp10,78 triliun.
  • Penurunan dipicu sentimen negatif dari MSCI, yang menyoroti masalah transparansi kepemilikan saham dan data free float di Indonesia.
  • Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight, memperkirakan aksi jual pasif investor global akan berlanjut dan menahan kinerja pasar.

SulawesiPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami trading halt pagi ini, Kamis (29/1/2026), setelah turun 8% ke level 7.654,66. Sebanyak 694 saham melemah, 34 menguat, dan 230 stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,78 triliun, melibatkan 12,07 miliar saham dalam 852.200 kali transaksi.

Tekanan pasar kali ini masih dipengaruhi oleh sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI menyoroti kekhawatiran investor global terkait transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

MSCI menjelaskan bahwa sebagian pelaku pasar global mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan.

Namun, banyak investor menyampaikan kekhawatiran signifikan atas kategorisasi pemegang saham KSEI yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi.

Sementara itu, Goldman Sachs menurunkan peringkat (rating) saham Indonesia menjadi underweight, menyusul peringatan dari indeks global MSCI.

Dalam laporan terbarunya, bank investasi asal AS itu memperkirakan aksi jual pasif (passive selling) oleh investor global masih akan berlanjut, seiring keputusan MSCI yang menilai pasar saham Indonesia menghadapi persoalan struktural, khususnya terkait kepemilikan saham dan free float.

“Kami memperkirakan akan ada lanjutan passive selling dan menilai perkembangan ini akan menjadi overhang yang menahan kinerja pasar,” tulis analis Goldman Sachs, sembari memangkas outlook Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi underweight, dikutip dari Business Times, Kamis (29/1/2026).

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Goldman Sachs IHSG Turun MSCI Saham Indonesia Trading halt