Categories: Ekonomi

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp16.950, Sentimen Greenland dan BI Jadi Sorotan

Overview

  • Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko melemah di kisaran Rp16.930–Rp16.950 per dolar AS pada perdagangan Jumat
  • Sentimen global dipengaruhi isu Greenland, pelemahan indeks dolar AS, serta penantian data PDB dan inflasi PCE Amerika Serikat
  • Dari dalam negeri, keputusan BI menahan suku bunga acuan dinilai menopang stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global

SulawesiPos.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko ditutup melemah pada kisaran Rp16.930 hingga Rp16.950 pada perdagangan Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Kamis (22/1/2026) ditutup menguat 0,26 persen atau 44 basis poin ke level Rp16.936 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat melemah 0,08 persen ke level 98,56.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen risk on global yang dipicu harapan pembicaraan lanjutan terkait isu Greenland.

Namun demikian, Lukman menilai ruang penguatan rupiah relatif terbatas karena masih dibayangi sentimen negatif dari dalam negeri, terutama isu independensi Bank Indonesia serta kekhawatiran terhadap defisit fiskal.

“Penguatan lanjutan mungkin akan sulit mengingat sentimen domestik masih cukup menekan,” ujarnya.

Dari sisi global, pelaku pasar juga menanti rilis revisi final Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat serta data inflasi PCE AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis malam waktu setempat.

Sementara itu, Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menambahkan bahwa sentimen eksternal terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh kekhawatiran negara-negara Eropa atas sikap keras dan ancaman kebijakan perdagangan dari Washington terkait isu Greenland.

Adapun dari dalam negeri, sentimen datang dari keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen pada Desember 2025. BI juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 3,75 persen dan lending facility di level 5,5 persen.

Menurut Ibrahim, kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global, sekaligus memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.930 sampai Rp16.950 per dolar AS,” jelasnya.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Dolar AS Kurs Rupiah Hari Ini nilai tukar rupiah Rupiah