Overview:
SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan panggung utama World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), untuk memperkenalkan Danantara Indonesia kepada para pemimpin dunia dan CEO global.
Badan pengelola investasi ini diposisikan sebagai pilar strategis dalam konsep ekonomi yang ia sebut sebagai Prabowonomics.
Dalam pidatonya yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap menawarkan stabilitas dan peluang investasi yang masif melalui pengelolaan aset negara yang terintegrasi.
Presiden menjelaskan bahwa pembentukan Danantara pada Februari tahun lalu merupakan langkah revolusioner untuk mengonsolidasikan kekuatan fiskal dan aset nasional.
Danantara diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama satu dekade terakhir konsisten berada di angka lima persen.
“Di Februari lalu, kami mendirikan badan pengelola investasi Danantara Indonesia, yang mengelola satu triliun US dollar,” papar Prabowo di hadapan para petinggi negara.
Ia meyakini kehadiran badan ini akan membawa pertumbuhan ekonomi tahun 2026 menjadi lebih tinggi, didukung oleh angka inflasi yang tetap terjaga di bawah dua persen.
Istilah Prabowonomics sendiri merujuk pada visi ekonomi yang mengombinasikan kolaborasi internasional dengan penguatan domestik melalui efisiensi anggaran.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa konsep ini adalah sintesis dari pemikiran Presiden yang sudah diterapkan dan terbukti memberikan hasil nyata dalam satu tahun terakhir.
Selain Danantara, Prabowo memaparkan pencapaian program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia.
Hingga saat ini, pemerintah telah mendirikan 21.102 dapur di seluruh pelosok negeri yang memproduksi 59,8 juta paket makanan untuk anak-anak dan ibu sejak dimulai Januari 2025 lalu.
Prabowo juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus ditopang oleh kualitas SDM.
Ia memaparkan langkah pemerintah dalam mengembangkan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta digitalisasi sekolah melalui penyaluran Smart TV ke seluruh penjuru negeri.
“Indonesia mengedepankan pertemanan dan kolaborasi daripada konfrontasi. Perdamaian dan stabilitas adalah hal yang paling bernilai untuk mencapai kemakmuran,” tegasnya.
Langkah Presiden memperkenalkan Danantara di Davos dianggap sebagai undangan terbuka bagi investor global untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis Indonesia.
Dengan mengelola aset yang setara dengan pilar ekonomi dunia, Indonesia berupaya meningkatkan kelasnya menjadi pemain kunci dalam rantai pasok dan stabilitas keuangan global di tahun 2026.