Pasar Logam Mulia Berlawanan Arah: Emas Naik, Perak Melemah

Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai kondisi global saat ini menjadi katalis kuat bagi penguatan emas dan perak.

“Ada kekhawatiran investor akan kehilangan momentum perdagangan. Ditambah situasi geopolitik dunia yang tidak menentu, ini menjadi kombinasi ideal bagi reli harga emas dan perak,” ujar Haberkorn.

Di sisi lain, pasar saham AS sempat menunjukkan pemulihan terbatas usai tekanan jual terdalam dalam tiga bulan terakhir.

Investor masih mencermati pidato Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, serta perkembangan politik dan kebijakan ekonomi AS.

Perhatian pasar juga tertuju pada Mahkamah Agung AS yang tengah mengkaji banding atas upaya Trump memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook.

Kasus ini dinilai krusial karena menyangkut independensi bank sentral AS.

Dari sisi kebijakan moneter, mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya setidaknya sepanjang kuartal ini, bahkan berpotensi hingga masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.

BACA JUGA: 
Harga Emas Antam Anjlok di Akhir Tahun, Hari Ini Stagnan di Angka Rp2.501.000

Kondisi suku bunga rendah cenderung menguntungkan emas, mengingat logam mulia tersebut tidak menawarkan imbal hasil bunga.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Selain emas, pasar logam mulia juga menunjukkan dinamika yang beragam.

Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, menilai kondisi global saat ini menjadi katalis kuat bagi penguatan emas dan perak.

“Ada kekhawatiran investor akan kehilangan momentum perdagangan. Ditambah situasi geopolitik dunia yang tidak menentu, ini menjadi kombinasi ideal bagi reli harga emas dan perak,” ujar Haberkorn.

Di sisi lain, pasar saham AS sempat menunjukkan pemulihan terbatas usai tekanan jual terdalam dalam tiga bulan terakhir.

Investor masih mencermati pidato Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, serta perkembangan politik dan kebijakan ekonomi AS.

Perhatian pasar juga tertuju pada Mahkamah Agung AS yang tengah mengkaji banding atas upaya Trump memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook.

Kasus ini dinilai krusial karena menyangkut independensi bank sentral AS.

Dari sisi kebijakan moneter, mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya setidaknya sepanjang kuartal ini, bahkan berpotensi hingga masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.

BACA JUGA: 
Anjlok Rp50 Ribu, Ini Tabel Harga Emas Antam 22 April 2026

Kondisi suku bunga rendah cenderung menguntungkan emas, mengingat logam mulia tersebut tidak menawarkan imbal hasil bunga.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Selain emas, pasar logam mulia juga menunjukkan dinamika yang beragam.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru