Categories: Ekonomi

Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia Siap Beroperasi 2026

Overview

  • Indonesia mempercepat kemandirian industri kendaraan listrik melalui pembangunan ekosistem baterai EV terintegrasi oleh MIND ID, PT IBI, dan CATL di Karawang.

  • Proyek CATIB di Karawang ditargetkan beroperasi komersial pada akhir 2026 dengan kapasitas produksi baterai hingga 15 GWh untuk mendukung industri EV nasional.

  • Kolaborasi riset dan hilirisasi baterai hulu–hilir disiapkan hingga 2028 guna meningkatkan nilai tambah, penguasaan teknologi, dan TKDN kendaraan listrik Indonesia.

SulawesiPos.com – Upaya Indonesia membangun kemandirian industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terus bergerak ke fase konkret.

Melalui peran strategis BPI Danantara sebagai pemegang saham Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, negara memperkuat langkah pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Inisiatif ini sejalan dengan agenda hilirisasi dan industrialisasi jangka panjang yang tertuang dalam Asta Cita Presiden, sekaligus menjadi bukti kehadiran negara dalam investasi strategis berbasis teknologi dan nilai tambah berkelanjutan.

Sebagai motor utama pengembangan, MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) menggandeng konsorsium global Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) bersama Brunp dan Lygend (CBL).

Kolaborasi tersebut melahirkan perusahaan patungan (joint venture), yakni PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) yang diposisikan sebagai ujung tombak industri baterai nasional.

Kapasitas 15 GWh, Jadi Fondasi Industri EV Nasional

Saat ini, CATIB tengah membangun Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, dengan total luas mencapai 43 hektare.

Pada fase awal, fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 6,9 GWh, sebelum diperluas hingga 15 GWh pada fase kedua.

Kawasan industri ini terdiri atas dua fasilitas utama. Pertama, Module & Pack (MP) Plant, yang peletakan batu pertamanya dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025.

Pembangunan fisik serta instalasi mesin manufaktur baterai telah rampung pada Januari 2026. Fasilitas ini menjadi pusat perakitan otomatis baterai hingga siap digunakan oleh industri kendaraan listrik.

Fasilitas kedua adalah Cell Plant, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan lanjutan. Pabrik ini akan memproduksi sel baterai sebagai unit dasar sebelum dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik maupun aplikasi energi lainnya.

Seluruh fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026, sekaligus menjadi tonggak peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri EV nasional.

Negara Hadir Dorong Teknologi dan SDM

Dilansir dari Antara, dalam Ceremony First Incoming Equipment to Cell yang digelar Kamis (15/1/2026), Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik, melainkan fondasi industri strategis berbasis teknologi.

Menurutnya, pengembangan ekosistem baterai terintegrasi akan memperkuat kapasitas manufaktur nasional, sekaligus mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta integrasi industri hulu dan hilir kendaraan listrik.

“Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” ujarnya.

Riset dan Hilirisasi Disiapkan hingga 2028

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan CATL.

Kerja sama ini mencakup riset dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, serta mobilitas listrik.

MoU tersebut menjadi bagian dari persiapan peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi hulu–hilir di Indonesia pada 2028, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri baterai global.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyebut kolaborasi ini sebagai jembatan penting dalam menjalankan fungsi MIND ID sebagai penggerak hilirisasi nasional.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan Masyarakat,” pungkasnya.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: hilirisasi industri kendaraan listrik BPI Danantara MIND ID Asta Cita Presiden