Overview
SulawesiPos.com – Di tengah perlambatan ekonomi yang mulai dirasakan sejumlah negara Asia, Indonesia justru diproyeksikan tetap melaju stabil hingga 2026.
Bank Dunia menilai daya tahan ekonomi nasional menjadi salah satu yang paling kuat di kawasan, bahkan melampaui pertumbuhan sejumlah negara besar dan tetangga regional.
Dalam laporan Global Economic Prospects (GEP) edisi Januari 2026, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bertahan di kisaran 5 persen pada 2026, lalu meningkat menjadi 5,2 persen pada 2027.
Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu ekonomi dengan performa paling konsisten di Asia Tenggara.
Bank Dunia menilai stabilnya pertumbuhan Indonesia tidak lepas dari dorongan kebijakan fiskal dan peran aktif pemerintah dalam menggerakkan investasi sejak 2025.
“Pertumbuhan di Indonesia diperkirakan akan bertahan berkat stimulus fiskal dan investasi yang dimotori oleh negara,” tulis Bank Dunia dalam laporan GEP terbarunya, dikutip Kamis (15/1/2026).
Meski tidak melonjak tajam dibanding tiga tahun sebelumnya, konsistensi pertumbuhan ini dinilai penting karena terjadi saat banyak negara menghadapi tekanan ekonomi global.
Dalam laporan yang sama, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan China akan melambat dari 4,9 persen pada 2025 menjadi 4,4 persen di 2026 dan 4,2 persen pada 2027. Malaysia diperkirakan stagnan di kisaran 4,1 persen pada 2026, lalu turun ke 4 persen pada 2027.
Thailand bahkan diprediksi hanya tumbuh 1,8 persen pada 2026 setelah melemah pada 2025, sebelum perlahan pulih di 2027. Laos dan Kamboja juga masih menghadapi tekanan pertumbuhan pada 2026, meski mulai membaik setahun berikutnya.
Kondisi ini membuat posisi Indonesia terlihat lebih solid dibanding banyak negara Asia, terutama dalam menjaga kestabilan ekonomi jangka menengah.
Meski unggul dari banyak negara, Indonesia masih menghadapi persaingan ketat di kawasan. Filipina diperkirakan tumbuh lebih cepat dengan laju 5,3 persen pada 2026 dan 5,4 persen pada 2027.
“Di Filipina, reformasi struktural yang direncanakan kemungkinan akan meningkatkan investasi dan produktivitas,” tulis Bank Dunia.
Vietnam juga diprediksi tetap mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibanding Indonesia pada 2026, meski turun dari 7,2 persen menjadi 6,3 persen. Ekonominya diperkirakan kembali menguat pada 2027 seiring pemulihan perdagangan global.