Pemain Thailand merayakan gol saat menghadapi Malaysia pada laga Grup B Piala AFF 2026 di Rajamangala National Stadium, Bangkok, Sabtu, 1 Agustus 2026.
SulawesiPos.com – Hasil Thailand vs Malaysia di Piala AFF 2026 berakhir 2-0 untuk War Elephants di Rajamangala National Stadium, Bangkok, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Thailand merebut puncak Grup B ASEAN Hyundai Cup 2026 lewat penalti Yotsakon Burapha pada menit ke-38 dan gol Teerasak Poeiphimai pada menit ke-56, sementara Malaysia gagal menjaga momentum setelah lebih dulu mengoleksi dua kemenangan.
Kemenangan ini langsung mengubah peta persaingan Grup B.
Thailand kini mengantongi enam poin dari dua laga dan naik ke posisi teratas berkat selisih gol yang lebih baik, sedangkan Malaysia tetap di peringkat kedua dengan poin sama tetapi sudah memainkan tiga pertandingan.
Situasi itu membuat duel perebutan tiket semifinal di grup ini makin ketat karena Myanmar dan Filipina masih membayangi.
Laga sempat berjalan rapat sebelum Thailand mendapat momen pembeda menjelang turun minum.
Teerasak Poeiphimai hampir memecah kebuntuan pada menit ke-32, tetapi tendangannya masih bisa ditepis Azri Ghani.
Tekanan itu lalu berujung hadiah penalti setelah benturan Ubaidullah Shamsul dengan Kakana Khamyok ditinjau wasit Kim Woo-sung melalui monitor pinggir lapangan.
Yotsakon Burapha yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang.
Penyerang muda Thailand itu mengarahkan bola dengan tenang ke gawang Malaysia, sementara Azri bergerak ke arah berlawanan. Gol itu memberi kendali yang lebih besar kepada tuan rumah saat laga memasuki jeda.
Thailand sebetulnya bisa menambah keunggulan sebelum babak pertama selesai, tetapi Teerasak gagal memaksimalkan umpan silang Chaiyaphon Otton dari jarak dekat.
Meski begitu, tekanan Thailand tidak mengendur setelah restart.
Gol kedua lahir pada menit ke-56 melalui rangkaian serangan yang lebih rapi.
Sarach Yooyen mengalirkan bola dari lini tengah, Yotsakon meneruskannya ke Worachit Kanitsribumphen, lalu Teerasak menyambut umpan itu di dekat titik penalti.
Setelah satu sentuhan kontrol, penyerang Thailand tersebut melepaskan sepakan melengkung ke pojok atas gawang untuk menggandakan keunggulan.
Sarach kemudian dinobatkan sebagai Hyundai Player of the Match, sebuah penegasan bahwa Thailand tidak hanya menang lewat efektivitas dua penyerangnya, tetapi juga karena kendali permainan di area tengah.
Malaysia masih memiliki peluang untuk kembali masuk pertandingan pada fase akhir.
Wan Kuzain sempat mendapat kesempatan terbuka pada menit ke-74, namun volley-nya dari umpan Faris Danish melenceng dari sasaran.
Tidak lama berselang, Paulo Josue juga nyaris memanfaatkan kesalahan Kampon Phatomakkakul, tetapi kiper Thailand itu segera menebusnya dengan penyelamatan penting.
Daryl Sham ikut memaksa Kampon bekerja keras lewat peluang lain beberapa saat kemudian, namun Thailand tetap mampu menutup laga tanpa kebobolan.
Bagi Malaysia, kekalahan ini menjadi pukulan karena mereka gagal mencuri poin di Bangkok saat posisi puncak grup sedang terbuka lebar.
Dengan hasil ini, Thailand berada di jalur yang lebih nyaman untuk menatap dua laga berikutnya.
Malaysia masih menjaga peluang lolos, tetapi Harimau Malaya kini tidak lagi memegang kendali penuh setelah laju mereka dihentikan langsung oleh rival terberat di Grup B.