SulawesiPos.com – Kehadiran Kantor Imigrasi di Kabupaten Bone menjadi kabar gembira bagi masyarakat Bososi (Bone, Soppeng, dan Sinjai).
Selain mendekatkan layanan keimigrasian, kantor yang baru beroperasi ini juga diharapkan memperkuat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di wilayah Bone dan sekitarnya.
Diketahui, kantor imigrasi kelas III Non TPI Bone diresmikan Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman bersama
Kepala kantor wilayah Dirjen Imigrasi Sulsel, Firce Simolang, Selasa (9/6/2026).
Dengan beroperasinya Kantor Imigrasi Bone, masyarakat Bososi kini dapat mengakses layanan keimigrasian secara lebih cepat dan efisien, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas orang asing sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
Firce salam sambutannya mengungkapkan bahwa kehadiran Kantor Imigrasi Bone merupakan cita-cita yang telah diperjuangkan sejak lama.
“Keinginan menghadirkan Kantor Imigrasi di Bone ini sudah lama direncanakan, bahkan sejak tahun 2010. Kita mengetahui bahwa sebelumnya masyarakat Bone yang ingin mengurus dokumen keimigrasian harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Makassar. Dengan adanya kantor ini, pelayanan menjadi lebih dekat dan lebih mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Bone merupakan daerah dengan jumlah pengurusan dokumen keimigrasian tertinggi di Sulawesi Selatan yang dilayani oleh Kantor Imigrasi Makassar.
Karena itu, keberadaan kantor baru tersebut dinilai sangat tepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain pelayanan paspor dan dokumen keimigrasian lainnya, pengawasan terhadap orang asing juga menjadi fokus utama.
“Kami berharap kehadiran kantor ini tidak hanya mendekatkan pelayanan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk pengembangan sektor pariwisata. Pengawasan terhadap orang asing akan menjadi salah satu prioritas agar aktivitas mereka tetap sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran imigrasi agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi integritas.
“Kepada seluruh petugas imigrasi dan jajaran, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Layani dengan integritas yang tinggi dan jangan sampai ada praktik pungutan liar,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas beroperasinya Kantor Imigrasi Bone.
Menurutnya, kehadiran kantor tersebut sangat relevan dengan perkembangan ekonomi daerah yang terus menunjukkan tren positif.
“Kami mengapresiasi hadirnya Kantor Imigrasi Bone. Kantornya mungkin kecil, tetapi kami berharap kerjanya besar. Kehadiran kantor ini sudah sangat tepat dan Pemerintah Kabupaten Bone siap mendukung penuh operasional serta pengembangannya,” kata Andi Asman.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi Bone yang relatif tinggi telah meningkatkan mobilitas masyarakat, termasuk untuk kebutuhan ibadah umrah, pendidikan, pekerjaan, maupun perjalanan ke luar negeri.
“Ekonomi Bone terus bergerak. Ketika ekonomi tumbuh, kebutuhan masyarakat terhadap layanan keimigrasian juga meningkat. Banyak warga yang berangkat umrah dan membutuhkan dokumen perjalanan. Sekarang pengurusannya jauh lebih mudah karena bisa dilakukan di Bone tanpa harus ke Makassar,” ujarnya.
Hadir Kepala Kantor Imigrasi Kelasi III Non TPI Bone, Andi Rezka Andi Rezka Putra Aru Palaka bersama jajaran pejabat kantor imigrasi Bone, pimpinan OPD linglung Pemkab Bone serta tamu undangan lainnya. (kar)


