SulawesiPos.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan alokasi anggaran Rp4 triliun dari Presiden Prabowo Subianto akan digunakan untuk memperkuat keselamatan sektor perkeretaapian nasional.
Dana tersebut difokuskan untuk peningkatan fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti flyover dan underpass di berbagai wilayah.
Usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Dudy mengatakan anggaran yang disiapkan pemerintah dinilai lebih dari cukup untuk mendukung program peningkatan keselamatan perkeretaapian.
“Bukan kurang. Presiden menganggarkan Rp4 triliun, tapi setelah perhitungan kami itu, kurang lebih hanya membutuhkan sekitar Rp800 miliar untuk perlintasan sebidang,” kata Menhub, dikutip dari JawaPos, Minggu (24/5/2026).
Kementerian Perhubungan telah mengidentifikasi 1.638 lokasi yang membutuhkan penguatan fasilitas keselamatan guna mendukung operasional perkeretaapian yang lebih andal.
Menurut Dudy, sisa anggaran dari dana yang dialokasikan pemerintah akan disinkronkan dengan pembangunan infrastruktur pendukung keselamatan di berbagai titik prioritas.
“Jadi nanti mungkin sisa dananya yang Rp4 triliun itu juga kita akan sinkronkan dengan pembangunan flyover dan underpass. Itu banyak yang perlu dipasang 1.638 titik,” jelasnya.
Pembangunan tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan pada perlintasan sebidang sekaligus meningkatkan keamanan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Pemerintah Targetkan Penutupan Perlintasan Berisiko Tinggi
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Danantara, BP BUMN, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi telah menggelar Kick Off Penanganan Perlintasan Sebidang pada 5 Mei 2026.
Melalui program tersebut, pemerintah berkomitmen menutup 172 perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi.
Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, terdiri dari 2.771 titik terdaftar dan 903 titik tidak terdaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.638 lokasi diprioritaskan untuk peningkatan keselamatan.
Program peningkatan itu meliputi penyediaan petugas penjaga, pembangunan pos jaga, alat komunikasi, fasilitas mekanikal dan elektrikal, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

