Dua Penjual Sate di Makassar Diamuk Warga Usai Diduga Lecehkan Siswi SMP, Keluarga Korban Sudah Peringatkan

SulawesiPos.com – Aparat kepolisian mengamankan dua orang penjual sate setelah keduanya menjadi sasaran amukan warga. Peristiwa ini terjadi usai mereka diduga melakukan pelecehan terhadap empat remaja perempuan di Jalan Andi Mangerangi, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Diketahui, pihak keluarga korban sebelumnya telah memberikan peringatan kepada kedua penjual sate tersebut. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan hingga dugaan pelecehan kembali terulang.

Berdasarkan keterangan kepolisian, para korban mengaku kerap menerima godaan bernada tidak pantas setiap kali melintas di depan lokasi tempat pelaku berjualan. Bahkan, tindakan serupa disebut telah berlangsung sekitar satu bulan sebelum kejadian puncak.

“Korban ini sering digoda begitu, lalu melapor ke keluarganya. Kurang lebih sebulan seperti itu (sering mengoda). Keluarga sudah menyampaikan kepada pelaku agar tidak seperti itu,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Keempat korban diketahui berusia sekitar 12 hingga 13 tahun dan masih berstatus sebagai siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meski telah ditegur oleh keluarga korban, kedua terduga pelaku justru kembali mengulangi perbuatannya.

BACA JUGA: 
Mainan Tembak Viral Bikin Heboh Makassar, Toko di Cendrawasih Diserbu Warga hingga Picu Antrean Panjang

“Sudah ditegur, disampaikan ke pelaku ini, jangan begitu lagi sama anak-anak. Tapi sepertinya diindahkan, malah ngelunjak. Puncaknya tadi malam didatangi warga, lalu dipukuli,” lanjutnya.

Akibat luapan emosi warga, kedua pelaku mengalami luka-luka cukup serius dan nyaris tewas. Beruntung, beberapa warga berusaha menghentikan aksi main hakim sendiri hingga patroli Polsek Tamalate tiba di lokasi untuk mengevakuasi keduanya.

Pelaku Sudah Diamankan

“Ada dua orang penjual sate yang diamuk massa, semalam (22/5). Setelah menerima informasi dari masyarakat ada kejadian, tim langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) mengamankan kedua orang terduga pelaku ini,” ujarnya.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial MO (25) dan MA (20). Sementara korban berjumlah empat anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP.

Insiden ini bermula dari laporan korban terkait dugaan pelecehan seksual secara verbal. Kedua penjual sate tersebut diduga kerap melontarkan ucapan tidak senonoh kepada para korban.

Mendengar laporan tersebut, warga bersama keluarga korban mendatangi lokasi tempat berjualan pelaku di Jalan Andi Mangerangi pada Jumat malam (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

BACA JUGA: 
Remaja 19 Tahun di Tamalate Makassar Dilaporkan Hilang, Bawa Ijazah Lalu Tinggalkan Rumah

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sekarang sudah di PPA Polres untuk diperiksa penyidik,” katanya menambahkan.

Sementara itu, rekaman video kejadian tersebut sempat viral di media sosial. Dalam video terlihat kedua pelaku dipukuli beramai-ramai oleh warga, sementara gerobak dagangan mereka dirusak hingga hancur.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi juga sempat mengalami kesulitan mengevakuasi pelaku akibat banyaknya massa di tempat kejadian.

SulawesiPos.com – Aparat kepolisian mengamankan dua orang penjual sate setelah keduanya menjadi sasaran amukan warga. Peristiwa ini terjadi usai mereka diduga melakukan pelecehan terhadap empat remaja perempuan di Jalan Andi Mangerangi, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Diketahui, pihak keluarga korban sebelumnya telah memberikan peringatan kepada kedua penjual sate tersebut. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan hingga dugaan pelecehan kembali terulang.

Berdasarkan keterangan kepolisian, para korban mengaku kerap menerima godaan bernada tidak pantas setiap kali melintas di depan lokasi tempat pelaku berjualan. Bahkan, tindakan serupa disebut telah berlangsung sekitar satu bulan sebelum kejadian puncak.

“Korban ini sering digoda begitu, lalu melapor ke keluarganya. Kurang lebih sebulan seperti itu (sering mengoda). Keluarga sudah menyampaikan kepada pelaku agar tidak seperti itu,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu (23/5/2026).

Keempat korban diketahui berusia sekitar 12 hingga 13 tahun dan masih berstatus sebagai siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meski telah ditegur oleh keluarga korban, kedua terduga pelaku justru kembali mengulangi perbuatannya.

BACA JUGA: 
Keindahan Tersembunyi Kepulauan Spermonde, Surga Laut di Dekat Makassar

“Sudah ditegur, disampaikan ke pelaku ini, jangan begitu lagi sama anak-anak. Tapi sepertinya diindahkan, malah ngelunjak. Puncaknya tadi malam didatangi warga, lalu dipukuli,” lanjutnya.

Akibat luapan emosi warga, kedua pelaku mengalami luka-luka cukup serius dan nyaris tewas. Beruntung, beberapa warga berusaha menghentikan aksi main hakim sendiri hingga patroli Polsek Tamalate tiba di lokasi untuk mengevakuasi keduanya.

Pelaku Sudah Diamankan

“Ada dua orang penjual sate yang diamuk massa, semalam (22/5). Setelah menerima informasi dari masyarakat ada kejadian, tim langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) mengamankan kedua orang terduga pelaku ini,” ujarnya.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial MO (25) dan MA (20). Sementara korban berjumlah empat anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP.

Insiden ini bermula dari laporan korban terkait dugaan pelecehan seksual secara verbal. Kedua penjual sate tersebut diduga kerap melontarkan ucapan tidak senonoh kepada para korban.

Mendengar laporan tersebut, warga bersama keluarga korban mendatangi lokasi tempat berjualan pelaku di Jalan Andi Mangerangi pada Jumat malam (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

BACA JUGA: 
Apoteker Muda Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Indekos Tamalanrea, Polisi Dalami Dugaan Kecelakaan

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sekarang sudah di PPA Polres untuk diperiksa penyidik,” katanya menambahkan.

Sementara itu, rekaman video kejadian tersebut sempat viral di media sosial. Dalam video terlihat kedua pelaku dipukuli beramai-ramai oleh warga, sementara gerobak dagangan mereka dirusak hingga hancur.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi juga sempat mengalami kesulitan mengevakuasi pelaku akibat banyaknya massa di tempat kejadian.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru