Diduga Sunnat Intensif Karyawan, Kacab Daihatsu Bosowasi Dipolisikan

by -986 views
Kantor Daihatsu Cabang Bosowasi

SULAWESIPOS.COM, BONE – Seorang mantan Karyawan Daihatsu di Bone Provinsi Sulawesi Selatan, melalui kuasa hukumnya menempuh upaya hukum atas sikap Kepala Cabang (MRM) Daihatsu Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai terkait dugaan pemotongan uang intensif karyawan sebesar lima puluh ribu rupiah setiap penjualan satu unit kendaraan di perusahaan yang dipimpinnya.

Asrijal Jafar yang merupakan mantan Sales Senior Daihatsu bersama dengan kuasa hukumnya melaporkan dugaan pemotongan uang intensif yang dilakukan pimpinannya itu di SPKT Mapolres Bone, Pada, Senin (13/09/2021).

“Praktek pemotongan intensif tersebut mulai diberlakukan sejak tahun 2019 dengan dalih kesepakatan bersama untuk di stor ke pusat sebagai uang pelicin (sogokan) agar unit lancar masuk di daerah Bosowasi,” tutur Asrijal.

lebih lanjut, Kata Asrijal setelah resign dari Daihatsu, dirinya mencoba mengkonfirmasi ke pihak pusat terkait dana yang di potong tersebut dan pihak pusat pun membantah telah menerima aliran dana yang dimaksud kepala cabang.

“Saya sudah telpon dan WA HO (pejabat pusat) terkait uang pelicin tersebut dan pihak pusat mengaku tidak pernah menerima uang tersebut dan merasa nama baiknya juga dicemarkan. Makanya saya keberatan dan akan melaporkan kepala cabang,” lanjutnya.

Sementara itu, kuasa hukum Asrijal, Andi Asrul Amri, SH MH mengatakan bahwa, dirinya telah mengkonfirmasi langsung ke kantor Daihatsu dan bertemu kepala cabang untuk menanyakan persoalan kliennya.

“Pada saat saya konfirmasi terkait pemotongan uang intensif karyawan untuk setiap pembelian unit, pak kacab mengiyakan dan mengatakan bahwa betul ada pemotongan atas kesepakatan bersama. Kepala cabang mengakui ada pemotongan uang insentif karyawan untuk kepentingan HO atau pejabat pusat, hal itu pun diakui juga oleh ibu Vio selaku orang  yang mentransfer uang tersebut ke HO,” ungkap Andi Asrul Amri.

Andi Asrul mengungkapkan bahwa,  pihaknya selaku kuasa hukum akan terus mengawal perkembangan kasus yang sementara berproses di Polres Bone, hingga sampai ketingkat Polda Sul Sel atas dugaan penggelapan tersebut dan termasuk semua upaya hukum, hingga gugatan keperdataan.

Sebagai langkah awal, lanjutnya saat ini pihaknya telah membuat LP (laporan polisi) dan menyerahkan bukti-bukti kepada penyidik untuk diproses sesuai ketentuan yang ada.

“Apapun alasannya yang bersangkutan diduga melakukan tindak pidana penipuan ataupun penggelapan karena telah memotong intensif pihak kami 50% tanpa ada surat kuasa pemotongan intensif. Jelas persoalan ini sangat merugikan pihak kami, apalagi setelah kami lakukan pengecekan di rekening koran ada jutaan gaji intensif yang dipotong oleh yang bersangkutan tiap bulannya,” pungkasnya.

Editor: Yusuf al-Fatih