Seorang Ibu di Sinjai Melahirkan Tanpa Bantuan Medis, Suami di Paksa Bungkam Pihak Klinik

by -38 views

SULAWESIPOS.COM, SINJAI – Seorang ibu hamil, Srhy Hanifah Tsurayyah terpaksa melahirkan sendiri tanpa ada pendampingan dari tim medis di ruang kurek milik Klinik Restu Ibu, di Sinjai Sulawesi Selatan, Jumat (03/09/2021) menjadi sorotan. Belakangan diketahui, keluarga sempat diminta bungkam dengan iming-iming menggratiskan biaya bersalin.

Berdasarkan informasi dari suami Srhy, Rola Suryanama mengatakan setelah ia ribut dengan pegawai klinik pasca istrinya melahirkan tanpa ada bidan dan perawat. Ia kemudian diminta tidak membeberkan kejadian itu ke publik.

“Saya diminta tidak membayar biaya persalinan yang totalnya senilai Rp 3 juta untuk tidak meributkan insiden itu, tapi saya menolak saya tetap bayar,” kata Rola, kepada sulawesipos.com, Minggu (05/09/2021).

Kejadian memilukan itu terjadi, saat ia mendatangi klinik tersebut pada Jum’at 03 September 2021 kemarin untuk menjalani persalinan. Namun saat datang, ia tidak menemukan perawat atau bidan, sehingga keluarganya harus pontang-panting untuk mencari pihak medis. Akibatnya, ibu hamil itu terpaksa melahirkan sendiri ditemani keluarga di ruang kurek yang disediakan pihak klinik.

“Ketika tiba waktunya melahirkan, kami pihak keluarga sudah membawa ke klinik tersebut. Namun, tak ada yang bisa merawatnya dengan baik tanpa alasan yang jelas,” kata suami Srhy, Rola Suryanama saat menceritakan.

Akibat pelayanan buruk klinik tersebut, bayi yang dilahirkan isterinya hampir saja tidak terselamatkan, karena isteri tiba-tiba melahirkan sendiri tanpa perawat dan dokter. Saat melahirkan itu, bayinya hampir terjatuh.

“Persalinan saya hanya ditemani oleh ipar saya, dia yang menahan bayi saya, yang hampir terjun ke lantai. Bahkan tali pusarnya masih menggantung dan untungnya ipar saya yang menahan bayi hingga tak jatuh ke lantai dan sempat kepala bayi saya terbentur di besi ranjang klinik,” ungkap Rola dengan kesal.

Keluarga pasien dan pihak klinik sempat ribut, dimana diketahui perawat atau bidan ditempat itu tidak memperhatikan alias cuek dan dokter pun jarang ada ditempat, sehingga standar pelayanan di klinik tersebut mendapatkan sorotan warga.

Editor: Ahmad Jalaluddin Akbar