Dikaitkan dengan OTT NA, Ini Klarifikasi NH

by -194 views

MAKASSAR, SULAWESIPOS.com – Beredar sebuah video tik tok yang diperankan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid (NH) yang kemudian menjadi viral di media sosial, Sabtu (27/2)

Video tersebut sebenarnya biasa – biasa saja. Namun, menjadi kontroversial karena dimunculkan beberapa saat setelah penangkapan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu, 27/2, dinihari.

Banyak yang mengaitkan video tersebut dengan kondisi NA yang sedang bermasalah hukum. Hal itu dihubungkan dengan NH yang memang pernah menjadi seteru NA di Pilgub 2018. NH yang berpasangan dengan Azis Qahhar Mudzakkar menjadi pesaing serius NA – ASS dan menjadi pemenang kedua.

NH kemudian memberi klarifikasi agar masalah ini tak berkembang. “Agar tak menjadi fitnah, sebab video itu dibuat awal 2020 jauh sebelum masalah ini. Mohon jangan dikait-kaitkan, dan mari kita doakan agar beliau (NA) bisa melewati dengan baik,” kata NH.

Berikut klarifikasi keluarga NH yang dikirimkan, Minggu, 28/2, sore:

Terkait beredarnya di berbagai WAG yang memperlihatkan video bapak Nurdin Halid (NH) yang sedang memperagakan tik tok, dengan disampaikan bahwa video tersebut merupakan video yang di rekam oleh keluarga bapak NH di kediaman beliau Jl. Mappala, Makassar. Rekaman tersebut di buat sebagai salah satu rangkaian acara Tasyakuran dan HUT PARTAI GOLKAR yang di gelar oleh DPD I Partai Golkar Sulawesi selatan di Gedung CCC jalan Metro Tanjung Bunga pasa tanggal 8 Maret 2020. Video tersebut merupakan pengantar salah satu sesi acara tik tok bareng ketua umum DPP PARTAI GOLKAR bapak AIRLANGGA HARTARTO dan Rombongan bersama dengan seluruh undangan.

Beredarnya video tersebut bertepatan dengan momentum kegiatan KPK yang menjadi Viral di Sulawesi selatan, sehingga banyak orang yang menghubung-hubungkan antara giat KPK tersebut dengan Video pak NH. Olehnya itu, dengan ini kami sampaikan bahwa Video tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan berita giat KPK yang viral di Sulawesi selatan, dan video tersebut bukan di buat khusus untuk hal tersebut. Olehnya itu, kami mohon pemakluman seluruh masyarakat agar dapat menyikapi hal tersebut dengan bijaksana.

Terima kasih
(**)