Eks Ketua Komnas HAM Sebut Persoalan Papua Harus disentuh Melalui Hati

by -213 views
Prof Hafid Abbas bersama narasumber lainnya

SULAWESIPOS.com, JAKARTA –  Mantan Ketua Komnas HAM, Prof Hafid Abbas, mengatakan Indonesia adalah negara raksasa di Asean, selain itu Indonesia juga besar di lingkup negara Islam, Indonesia juga besar di dunia non blok.

Hanya saja, menurutnya, kebesaran Indonesia seperti tidak terlihat, karena stakholdernya tidak sungguh-sungguh merawatnya, sehingga timbul banyak masalah. Misalnya ada diskriminasi dimana masyarakat kecil tidak bisa menikamati kakayaan yang dimiliki Indonesia, sementara ada juga dengan mudah menikmatinya.

“Waktu saya di komnas HAM, yang dipersoalkan masyarakat 43% kehilangan sumber kehidupan. 98,2% isu yang dirasakan masyarakat adalah ketidakadilan, kesejahteraan dan isu keamanan,” ungkap Guru Besar UNJ ini, melalui diskusi daring Zoom meeting, Kamis (24/12).

Sementara persoalan di Papua, menurutnya, banyak kasus yang tidak terselesaikan. Misalnya, korban jiwa penembakan, sumber alamnya yang tidak dapat dinikmati oleh masyarakat Papua. Karena itu, Hafid menilai bahwa persoalan di Papua harus didekati dengan hati.

Ditempat yang berbeda Sekjend Dewan Presidium Papua (DPP) Thaha Al-Hamid, mengatakan Otsus bertujuan untuk memperbaiki masa lalu di Papua, tetapi belum maksimal, Hal ini dikarenakan masih ada beberapa permasalah.

“Masih banyak orang Papua yang menjerit, padahal Pemerintah pusat telah menganggarkan banyak uang untuk pembangunan Papua,” tambahnya.

Menurutnya, mengelolah Papua itu harus dengan pendekatan kesejahteraan bukan dengan dengan menempatkan Polri dan TNI. Karena itu Otsus Papua harus dijalankan dengan benar. Meskipun Polri dan TNI juga dibutuhkan untuk pengamanan di Papua.

“Esensi otsus Papua itu hanya ada empat, yaitu untuk pendidikan, kesehatan, pemberdayaam ekonomi rakyat dan infrastruktur,” ucapnya.

Thaha menilai, Otsus merupakan win win solution dan ini adalah kesepakatan bersama, mau tidak mau, suka tidak suka jika ada kelemahan mari kita benahi. (aw)