Kabupaten Selayar Gelar Pertemuan Lintas Sektor Stunting

by -302 views

SULAWESIPOS.COM, SELAYAR — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan pertemuan implementasi penanganan stunting melalui pemanfaatan data e_PPGBM Surveilans Gizi Tingkat Kabupaten Selayar yang di laksanakan di Aula Rayhan Square Hotel dengan melibatkan Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Kepulauan Selayar Kamis 03/12/2020.

Hadir pada pertemuan ini tim percepatan penanganan stunting provinsi Sulsel Prof. Arlin Adam dan Dr. Andi Alim sebagai narasumber

Status gizi merupakan salah satu indikator yang menentukan kualitas sumber daya manusia sehingga ditetapkan sebagai salah satu sasaran dan target RPJMN bidang kesehatan 2020-2024 yaitu menurunkan prevalensi balita pendek.

H. Moh. Husni Thamrin menyatakan “mengingat pentingnya pemenuhan informasi status gizi berdasarkan individu untuk kebutuhan intervensi maka diperlukan penguatan surveilans gizi melalui kegiatan pemantauan status gizi secara rutin dengan menggunakan pencatatan dan pelaporan by name by address” Ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan.

Pencatatan dan pelaporan by name by address dituangkan dalam bentuk aplikasi online yaitu e-PPGBM (Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat)

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Selayar Bapak dr. H. Husain, M. Kes menyatakan “data Riskesdas tahun 2018 provinsi Sulawesi selatan menduduki peringkat ke-4 angka stunting tertinggi secara nasional, dan kabupaten kepulauan Selayar pada urutan ke-3 Se-Sulawesi selatan dengan angka prevalensi stunting 46,0% dan dengan adanya SSGBI tahun 2019 turun menjadi 32,7%. Selain itu data stunting dari e-PPGBM, berdasarkan hasil pengukuran turun menjadi 19,08% periode bulan Februari tahun 2020, dan pengukuran di bulan Agustus naik sebesar 21,64%. Hal ini disebabkan karena banyakannya balita yang tidak terukur pada bulan Agustus di bandingkan bulan Februari. Ungkapnya

Lanjutnya “kabupaten Selayar sebagai kabupaten lokus stunting diharapkan semoga tahun depan angka stunting di kabupaten kepulauan Selayar semakin menurun dan sudah berada di posisi zero persen sesuai harapan pemerintah kepulauan Selayar”. Harapnya

Prof Arlin Adam menambahkan “Kabupaten Selayar memiliki kekayaan alam sumber makanan bergizi seperti ikan yang beraneka ragam dan hasil perkebunan, namun angka stunting tinggi berarti penyebab mendasarnya pemahaman masyarakat yang masih rendah. Karena itu intervensi komunikasi perubahan perilaku sangat tepat dengan melibatkan semua stakeholders khususnya di desa bergerak secara bersama agar setiap keluarga 1000 HPK memiliki kesadaran yang baik dalam pencegahan stunting,” ungkapnya.

 

 

Editor:  HR*