Opini Mahasiswa Pasca Sarjana Unismuh Tentang Pilkada Selayar

by -502 views

SULAWESIPOS.COM, SELAYAR — Pilkada Kepulauan Selayar tinggal berhitung hari, pastikan berjalan damai, sejuk dan bebas dari money politic sehingga melahirkan pemimpin yang berkualitas dan punya integritas.

Saat ini suara rakyat sudah terbelah dua, antara pendukung paslon nomor urut 1 Dr. Zainuddin – Aji Sumarno (ZAS) dan paslon nomor urut 2 Muh Basli Ali – Saiful Arif (BAS).

Secara pribadi mengamati fenomena pemilih baik di Kepulauan maupun di Daratan atau 83 Desa dan 6 Kelurahan, sepertinya akumulasi keseluruhan paslon nomor urut 1 Dr. Zainuddin – Aji Sumarno yang akan keluar menjadi pemenang pertama.

Menurut hemat saya, suara masyarakat saat ini sudah mengkristal dan fanatik. Tidak akan mudah berubah sampai hari pencoblosan 09 Desember nanti.

Kalau pun ada yang berubah tidak akan mempengaruhi keterpilihan paslon nomor urut 1. Itu pun kemungkinannya hanya akan berubah kalau ada tsunami politik dan hanya sekian persen.

Terlepas dari itu, memang tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada yang belum menentukan sikap. Mereka, biasa disebut pemilih rasional yang punya pendekatan sendiri menentukan pilihannya. Antara lain karena melihat visi dan program serta kapasitas dan kemampuan paslon dalam mengeksekusinya kedepan. Termasuk setelah menyaksikan debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tahap kedua yang digelar pada 02 Desember.

Namun pemilih cerdas dan rasional adalah orang orang yang mandiri, mereka tidak mudah terpengaruh dengan isu – isu negatif termasuk perilaku akun – akun fake di medsos. Karena mereka bisa menimbang sendiri siapa yang akan mereka pilih diantara kedua paslon tersebut.

Jadi saya pikir, agresif timses di media sosial sudah mencapai titik kulminasi. Apalagi narasinya hanya mutar – mutar disitu aja. Misalkan, si A tiba-tiba mengalihkan dukungan ke paslon ini, atau akun ini tiba – tiba bersikap mendukung paslon 1 atau 2.

Semua itu bisa saja hanya sebuah settingan saja, tetapi tidak akan mempengaruhi lagi keterpilihan paslon. Karena masing masing pemilihannya sudah fanatik dan mengkristal.

Jadi untuk saat ini, saya sarankan sebaiknya paslon nomor 1 cukup memperkuat penjagaan basis dan kantong – kantong suaranya di TPS. Mudah – mudahan tidak ada tsunami politik yang menghantam menjelang detik detik hari pencoblosan.

Selamat bertahan dan menjaga spirit kemenangan untuk tim dan pendukung, jikalau nuraninya sebagai benteng pertahanan kuat, Insya Allah kemenangan akan tercapai secara terhormat pada 09 Desember.

 

 

Penulis : Sudarman, S. Sos: (Mahasiswa Pascasarjana Unismuh Makassar).

 

Ah*