Indonesia Anti Narkoba Dukung Pemerintah Lakukan Pencegahan Penyebaran Covid-19

by -247 views

JAKARTA, SULAWESIPOS.com –  Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab akhir-akhir ini menjadi sorotan dikalangan masyarakat. Hal ini karena kegitan yang lakukan HRS sejak setibanya di tanah air, selalu ramai oleh massa pendukung dan simpatisannya.

Ketua Indonesia Anti Narkoba (INSANO) Cabang Kabupaten pandeglang, Syailendra Adi Sapta, kerumunan massa disetiap kegiatan HRS sangat berbahaya ditengah situasi Pandemi. Sapta yang juga merupakan seorang Mantan Napiter Produk yang memadati kegiatan HRS dapat menghasilkan pelanggan baru Covid-19.

“Kegiatan mengundang kerumunan massa yang dilakukan oleh kelompok manapun selama masa Pandemi dapat mengakibatkan claster baru covid 19,” ucapnya kepada media, Senin (30/11/2020).

Karena itu, Ia mendukung langkah penertiban yang dilakukan pemerintah dalam rangka pencegahan dan penyebaran covid-19 yang sudah terjadi kurang lebih 10 bulan di Indonesia.

Ia pun mengajak masyarakat Kabupaten Pandeglang, khususnya masyarakat Banten dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menolak  kegiatan pengumpulan massa yang dilakukan kelompok manapun selama masa Pandemi

“Sebagai organisasi kemasyarakatan kami menolak kehadiran tokoh manapun masuk wilayah Banten yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa, yang berpotensi terjadinya claster baru covid 19,” tegas Sapta kepada media.

Diketahui kedatangan Habib Rizieq Shihab pada tanggal 10 November, disambut ribuan massa pendukungnya di Bandara Soehatta, terminal III. Ribuan massa itu memadati Bandara, hingga ke jalan.

Tidak sampai disitu, siang harinya disepanjang Jalan Petamburan Jakarta Pusat menuju kediaman HRS, ribuan massa pendukungnya pun menyambut kedatangannya.

Pada hari Jumat 13 November 2020 saat HRS akan melakukan kegiatan di Markas Syariah milik FBR di Kec. Megabendung Bogor juga terjadi kerumunan massa. Saat itu ribuan massa yang datang dari Kabupaten Bogor, maupun Jadetabek turut menyambut kedatangan HRS di Jl. Raya Puncak Gadok Bogor.

Lanjut lagi, pada tanggal 14 November HRS menyelenggarakan pernikahan Putrinya yang bersamaan dengan diselenggarakannya Maulidan. Pada saat itu juga-lagi-lagi telah terjadi kerumunan massa yang dapat menimbulkan claster baru covid 19.