Direktur Institut Kalaway: Otsus Merupakan Semangat Positif Alam Demokrasi

by -103 views
Nanny Uswanas (Assisten Stafsus Presiden dan Direktur Institut Kalaway)

JAKARTA, SULAWESIPOS.com – Asissten Staff Khusus Presiden, Nanny Uswanas mengatakan bahwa Otsus dan Pemekaran Papua adalah merupakan semangat positif di alam demokrasi ini. Hal itu menurutnya, kebijakan pemerintahan ini harus kita dukung, kebijakan ini pula merupakan kebijakan yang merupakan akan berdampak pada pengembangan wilayah, yang tentunya akan menghasilkan multiefek.

“Saya melihat Otsus dan pemekaran ini sebagai satu semangat positif dalam alam demmokrasi kita. Ini adalah merupakan kebijakan yang ada dalam negara. Jadi jika kebijakan ini diputuskan dalam negara, maka wajib hukumnya kita untuk mengikuti,” kata Nanny Uswanas dalam webinar “Antara Otsus dan Pemekaran Papua” dilaksanakan secara daring, Kamis (15/10).

Multi efek, kata Nanny, apabila pencapaiannya rendah, maka wajar bisa menimbulkan banyak isu-isu. Nah tugas kita temen-temen muda Papua dan millenial di seluruh Indonesia, kita harus lahir sebagai solusi dari konflik-konflik dan isu-isu yang ada.

“Terkait OTSUS dan pemekaran, pak Presiden sendiri sudah menyampaikan pada jajarannya meminta untuk Papua harus memiliki semangat baru, cara kerja baru dan pendekatan baru agar mampu menghasilkan lompatan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Itu yang menjadi konsern kami bekerja,” pungkas Nanny.

Lanjut, Nanny, jika presiden sendiri sudah menggariskan, maka sebenarnya kebijakan-kebijakan Otsus yang ada hanya akan ada dalam dua konteks: pertama, bicara soal integrasi orang papua dan bagaimana apresiasi pemerintah kepada orang-orang Papua.

Contohnya, terkait dengan integrasi harus kita lihat bahwa banyak sekali budaya Papua yang bisa terintegrasi dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Saya mau coba membawa teman-teman melihat satu fenomenaBudaya. Yaitu, 5 Februari yang merupakan hari masuknya Injil di tanah Papua. Nah hari masuknya injil di tanah papua kini bukan lagi menjadi hari raya umat kristiani di papua, melainkan menjadi hari raya seluruh warga Papua. Baik orang asli maupun pendatang. Contoh lain adalah adanya kebijakan beasiswa, sebanyak 30% yang mana sudah membuat ratusan penduduk Papua bersekolah hingga berkuliah melalui dana Otsus itu sendiri,” tegas Direktur Institut Kalaway ini.

Dikesempatan yang sama wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin menegaskan bahwa di dalam OTSUS memang terjadi pro dan kontra. Tetapi memang ini sudah menjadi perhatian pemerintah terhadap daerah-daerah khusus seperti Papua, Papua Barat, Jogja juga Aceh dalam rangka agar tidak ada lagi sifat tertinggal.

“Dalam hal ini, OTSUS juga harus tepat guna dan tepat sasaran di mana dalam pelaksanaannya harus mengena kepada masyarakat dan pemanfaatannya dapat berguna,” kata Politisi Golkar ini.

Diketahui Webinar bertajuk “Narasi Damai di Bumi Cenderawasih; Antara Otsus dan Pemekaran Papua,” yang dilakukan secara daring oleh IDN Akademik berkolaborasi dengan DPW Kapten Indonesia Papua Barat, pada Kamis (15/10), menghadirkan para pembicara  diantaranya adalah Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin. Asisten Stafsus Presiden RI Nanni Uswanas, Pengamat Politik Ray Rangkuti, dan Kasubdit Otsus Dirjen OTDA Kemendagri Budi Arwan, dan Mantan Ketua Komnas HAM Prof Hafidz Abbas.

Webinar ini dihadiri oleh 200 partisipan dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Dalam kesempatan itu, Direktur IDN Amir Wata mengatakan bahwa Papua harus maju dan sejahtera lagi dengan memanfaatkan dana Otsus ini.