Ketua MPR For Papua Sebut Otsus Harus Berlanjut

by -134 views
Keterangan Foto : Yorys Raweyai saat mengisi webinar nasional bertajuk OTSUS dan Masa Depan Papua yang diselenggarakan oleh IDN berkolaborasi dengan IKAMI SULSEL, Kamis (20/08)

SULAWESIPOS.COM, JAKARTA, – Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (otsus) bagi Provinsi papua sebentar lagi akan berakhir, sementara masalah yang ada di tanah Papua masih banyak. Meskipun harus juga diakui bahwa tentu ada peningkatan, seperti infrastruktur tetapi peningkatan ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan provensi lain. Padahal Papua adalah Provinsi dengan sumber daya alam yang melimpah.

Ketua MPR For Papua Yorrys Raweyai mengatakan bahwa melihat Papua tentu sudah ada perubahan, seperti Infrastruktur. Selain itu sekarang di Papua sudah banyak sekolah-sekolah yang sudah dibangun sejak 66 tahun sampai sekarang

“Tapi lihatlah, kita semua yang ada saat ini bisa melihat bagaimana hasilnya. Hampir di setiap tingkatan dan daerah ada sekolah-sekolah menegah atas dan kejuruan yang bisa meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Papua. Semua hasil produk pembangunan sejak 66 tahun sampai sekarang kita bisa menikmatinya bersama, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Yorrys Raweyai saat mengisi webinar nasional yang diselenggarakan Indonesia Demokrasi Network (IDN) Akademik dengan tema “Otsus dan Masa Depan Papua,” Kamis siang (20/08)

Lanjut Yorrys, menjelaskan bahwa OTSUS harus terus berlanjut, dan seharusnya dievaluasi setiap tahunnya.

“OTSUS dibutuhkan dan masih harus tetap ada. Kita bersyukur kemarin dalam pidato kepresidenan akan menambah anggaran OTSUS. Seluruh Pemerintah daerah harus turut serta mengawal otsus, duduk bersama membicakan langkah-langkah apa yang harus diambil sehingga pendistribusian dana OTSUS di Papua bisa berjalan baik,” jelasnya

Senada dengan itu, Ketua Litbang Forum Jogja Rembug, Muhlis Gatta, mengatakan, bahwa OTSUS harus terus berlanjut. Hal ini karena di Papua masih banyak ketimpangan. Banyak program tapi hanya berpusat pada pembangunan infrastruktus bukan pemenuhan kebutuhan, seperti penguatan pangan, perlindungan masyarakat adat. Di Papua bukan hanya soal manusia masyarakatknya, tetapi juga soal wilayah sehingga jika Pemerintah tidak melindungi itu, maka masyarakat asli Papua akan tersingkir lama-lama.

“Perlu kerjasama pemerintah DPR dan semua elemen bangsa kemudian inovasi-inovasi dana OTSUS itu mampu menyentuh masyarakat asli Papua. untuk program-program inovatif pemerintah perlu duduk bersama. Melibatkan universitas dan juga ahli-ahli. sehingga dana OTSUS ini betul dikaji dengan baik dan mampu tepat sasaran sehingga dirasakan sampai ke pelosok tanah Papua,” jelasnya.

reporter: Lihin