DPP Kapten Indonesia Sebut Kartu Pra Kerja Program Gagal

by -335 views
ket: Abdul Rauf Tera, Ketua Umum Kapten Indonesia

BOGOR, SULAWESIPOS.COM – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia saat pandemi Covid-19 mengundang banyak perhatian. Salah satunya Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional (KAPTEN) Indonesia.

Ketua Umum DPP Kapten Indonesia, Abdul Rauf, sangat prihatin dengan banyaknya PHK ditengah Pandemi yang menimpa Indonesia saat ini. Bahkan sebelum Pandemi menurutnya sudah banyak pengangguran, sehingga hal ini menambah jumlah pengangguran.

“Sangat prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini dilanda Pandemi. Sehingga banyak terjadi PHK. Ini menambah jumlah pengangguran karena sebelum Pandemi juga sudah banyak pengangguran,” kata Abdul Rauf saat ditemui awak media usai melantik Dewan Pengurus Wilayah Banten dan Jakarta di Bogor, Jawa Barat, Rabu (05/08).

Selain keprihatinannya terhadap banyaknya PHK, ia juga sangat menyayangkan program Kartu Pra Kerja pemerintah karena dianggap salah langkah dan tidak tepat sasaran. Menurutnya Kartu Pra Kerja itu dibuat untuk masyarakat yang menganggur sebelum pandemi

“Sejak awal kami telah menyampaikan masukan terhadap pemerintah. Sekarang boleh dibilang Kartu Pra Kerja ini program gagal,” ucapnya

“Kartu pra kerja itu harusnya menyasar masyarakat yang menganggur sebelum masa Pandemi karena memang itu tujuan kartu pra kerja dibuat. Yang menganggur ini 6 juta, itu sasaran Kartu Pra Kerja, bukan yang baru menganggur atau yang di PHK 2 juta itu,” jelasnya

Atas dasar itu ia pun memberi solusi kepada Pemerintahan Jokowi terkait Kartu Pra Kerja untuk terlebih dulu mendata secara kolektif masyarakat yang menganggur bukan menunggu masyarakat sendiri mendaftarkan diri lewat online. Bahkan ia menghimbau agar pemerintah menunjuk satu petugas untuk mendata masyarakat yang menganngur

“Kami berharap pemerintah mendata secara kolektif masyarakat yang menganggur. Bahkan kami Kapten jika diminta maka kami siap, kami punya datanya,” tutupnya.