Kasus Viral Aniaya Dituduh Pelakor, Terlapor Minta Damai, Ada Fakta Lain

by -2,753 views

SULAWESIPOS.com, BONE – Kasus penganiayaan seorang gadis yang dituduh perebut laki orang (pelakor) di Bone dan sempat viral dimedia sosial beberapa waktu lalu masih terus diselidiki pihak kepolisian hingga belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Fahrun saat dihubungi SULAWESIPOS.com mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam proses lidik.

“Masih dalam proses lidik kasusnya. Statusnya belum naik,” terang Pahrun, Rabu (29/4/2020).

Kasus ini awalnya korban RISKA (RS) melaporkan Ice ke Polres Bone. Setelah itu, Ice balas melaporkan RS karena menilai insiden tersebut bukan tindakan penganiayaan tapi merupakan kasus perkelahian.

Sementara itu, Ice melalui pengacaranya menyatakan ingin kasus diselesaikan secara damai lewat jalur mediasi. Namun jika tawaran ditolak, pihak Ice akan melaporkan RS atas dugaan perzinaan dengan suaminya.

“Kami kumpulkan teman media untuk jumpa pers terkait kasus klien saya yang viral. Kami masih menilai jika di video ini adalah tindak perkelahian dan bukan penganiayaan. Dan jika memang tidak bisa ada jalan damai, kami akan kembali melakukan laporan terkait dugaan kasus perzinaan yang dilakukan RS dengan suami klien kami,” kata kuasa hukum Ice, Azhar, saat dihubungi terpisah.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum RS Andi Asrul Amri dan Ashar Abdullah sepakat untuk membantah jika kasus yang dialami kliennya murni kasus penganiyaan bukan kasus perkelahian.

“Jelas ada dalam video viral, yang mana korban sudah dalam kondisi tidak berdaya, namun tetap dianiaya, dimaki dan dihakimi. Rekan terlapor juga sengaja terus merekam kejadian tersebut dalam siaran langsung FB dan diviralkan. Dan saya rasa itu hanya pembelaan sepihak dari terlapor untuk membenarkan tindakannya bahwa terjadi perkelahian, kita lihat saja biarkanlah proses hukum yang berbicara,” terang kuasa hukum kasus Penganiayaan RS saat dikonfirmasi SULAWESIPOS.com.

Dalam perkembangan kasus ini pun muncul dugaan kasus perzinahan yang sempat dilakukan antara korban dan suami terlapor yang rencananya akan dilaporkan pihak terlapor Ice, kuasa hukum RS pun menanggapi jika itu adalah hak semua orang untuk menempuh jalur hukum.

“Saya mengapresiasi sikap terlapor yang saat ini sudah menggunakan jalur hukum bahkan ingin mediasi, semoga kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua, bahwa kita ini hidup di Negara Hukum olehnya ketika ada masalah kita tidak boleh bertindak jadi hakim,” lanjut Asrul Amri.

Berusaha menindaklanjuti terkait informasi status perkawinan Ice dan Irwan yang sebelumnya beredar isu tidak dalam ikatan yang sah, SULAWESIPOS.com pun mencoba mempertanyakan langsung ke pihak KUA.

“Betul pernikahannya sah. Disini tertera nama Irwan dan Misnawati yang menikah tahun 2015 lalu. Status Irwan saat itu adalah duda ditinggal mati istri yang bernama Wati, sedangkan Misnawati alias Ice’ adalah janda ditinggal cerai,” ungkap Ambo Tuo, Kepala KUA Kecamatan Cina, Bone.

Namun dilain pihak, fakta berbeda berhasil terungkap setelah SULAWESIPOS kembali menelusuri jejak dari dugaan dokumen akta nikah yang dianggap tidak valid, yang mana nama dan status hidup istri pertama Irwan akhirnya diketahui.

Hal ini diungkapkan Tala, salah satu kerabat dari istri pertama Irwan, menurut Tala Istri pertama Irwan bernama Imma dan diketahui yang bersangkutan masih hidup hingga hari ini.

“Istrinya itu namanya Imma pak, dia masih hidup dan sekarang ada di Berau, Kalimantan Timur. Ada anaknya 1 dan sampai sekarang, katanya belum pernah menikah sejak ditinggal nikah oleh Irwan. Kalau soal cerai saya belum tahu dulu waktu Irwan menikah lagi,” ungkap Tala, Rabu (29/4/20).

Seperti diketahui, dalam kasus ini RS melaporkan Ice dan rekannya, Viera, menggunakan UU ITE karena peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap RS sempat disiarkan secara langsung di media sosial.

Kasus ini terungkap saat beredar video berdurasi sekitar 1 menit lebih ini, tampak Ice (30) memukuli dan menjambak rambut korban RS (21). Peristiwa itu diunggah pertama kali oleh akun Facebook Viera Ichal Keto (Keto) lewat siaran langsung pada Minggu (22/3) lalu.

Tampak RS hanya bisa menangis pasrah dan tidak berdaya saat mendapat perlakuan kasar dari Ice. Peristiwa ini diketahui terjadi di halaman rumah kontrakan korban di daerah Kecamatan Tanete Riattang, Bone, Sulsel. Saat itu, Ice datang bersama dua orang, yaitu Iwan, yang merupakan suaminya, dan Viera, yang merupakan sahabatnya. (AHA)