Status Terlapor Ditingkatkan, Korban Penipuan Apresiasi Kinerja Kepolisian

by -73 views

SULAWESIPOS.COM, SELAYAR — Kasus penipuan yang dialami oleh Rasman Alwi (40) warga Selayar saat ini telah masuk babak baru. Terlapor atas nama Alvian Pramana telah dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

Hal itu diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan perkembangan Hasil Penelitian Laporan (SP2HP) teranggal 06 Januari 2020 yang ditujukan kepada Rasman Alwi.

Sebelumnya pihak Penyidik Polres Kepulauan Selayar juga telah dua kali melakukan pemanggilan terhadap terlapor Alvian Pramana (AP). Surat panggilan pertama dilayangkan pada tanggal 14 Oktober dan panggilan kedua pada tanggal 1 November 2019. Namun, pihaknya (Alvian Pramana) selalu mangkir.

Rasman Alwi selaku pelapor sekaligus pihak yang dikorbankan mengapresiasi kinerja kepolisian. Pihaknya memberikan dukungan atas kerja keras pihak kepolisian untuk mengungkap kasus yang telah merugikan dirinya.

“Saya sangat menghargai kinerja kepolisian yang telah serius mengungkap kasus ini. Saya juga sangat percaya bapak Kapolda Sulsel orang baik dan menjunjung tinggi kebenaran yang ada. Semoga bisa terungkap bahwa siapa sebenarnya yang dikorbankan dalam kasus ini,” ujar Rasman Alwi saat dalam keterangannya via whatsapp,  Senin (27/01/2020).

Dalam persoalan yang dihadapinya, Rasman Alwi sebagai pelapor di Polres Kepulauan Selayar mengaku sangat dirugikan. Pasalnya, terhitung sebanyak 4 Milyar yang dilaporkan atas dugaan penipuan yang dilakukan oleh terlapor. Namun hingga saat ini, baru sekitar 1,6 Milyar yang dikembalikan oleh Alfian Permana.

Olehnya karena itu, Pemuda peduli pariwisata Selayar ini juga memohon kepada Kapolda Sulawesi Selatan untuk menindak tegas Alvian Pramana sebagai terlapor atas dugaan penipuan yang sementara bergulir kasusnya di Polres selayar.

Bahkan yang tak disangkanya, lanjut dia, Alvian Pramana dengan sengaja ingin merekayasa kasus yang dilaporkannya padahal sangat jelas kalau dirinya adalah pihak yang dikorbankan.

“Padahal kan sudah sangat terang bahwa saya sebagai pihak yang dikorbankan, tapi kenapa ada upaya malah saya yang dilaporkan kembali atas kasus penipuan. Inikan sangat tidak masuk akal namanya,” terang pria yang akrab disapa Aco.

“Yang menipu itu adalah Alvian Pramana tapi uang yang dikirimkan ke saya baru senilai 1,6 milyar semua sudah tersalur ke masyarakat untuk sebelumnya sudah saya panjar tapi Alvian Pramana malah menipu saya milyaran rupiah, itu yang saya sudah laporkan sebelumnya,” lanjutnya.

Menurut Rasman Alwi, apa yang dilakukan oleh Alvian Permana sangat aneh dengan berupaya untuk merekayasa kasus sementara sudah jelas siapa yang dikorbankan. Terlapor pun tidak kooperatif saat dua kali Polres Selayar melakukan pemanggilan.

Meski demikian, pihaknya percaya Polda Sulsel memiliki alat yang cukup untuk mengungkapkan kasus tersebut. Pihaknya juga mohon kepada Kapolda Sulsel untuk memantau proses penyidikan agar kasus ini terang benderang bahwa siapa yang dikorbankan sebenarnya, apakah dirinya atau Alvian Pramana.

“Mestinya Alvian Pramana juga menghargai institusi Kepolisian karena sampai saat ini Ia tidak pernah menghadiri panggilan polisi baik dalam penyelidikan dan bahkan sampai ke penyidikan. Panggilan pertama belum juga hadir padahal kita sangat ingin dikonfrontir dan kalau perlu dites kebohongan agar kasus ini terungkap dengan jelas dan tidak ada rekayasa,” tutur Rasman Alwi.

Sebelumnya, Rasman Alwi melaporkan pengusaha Jakarta (Alvian Pramana) di Polres Kepulauan Selayar pada tanggal 10 September lalu atas dugaan penipuan.

Editor:  HR*