Enggan Keluar Menerima Aspirasi Demonstran, Ketua Sementara DPRD Bone Diminta Untuk Mundur

by -74 views

SULAWESIPOS.COM, BONE – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Bone Bergerak tolak pengesahan RUU KPK dan RUU KUHP mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bone, pada Rabu (25/09/2019).

Kedatangan para demonstran tersebut dalam rangka menyampaikan aspirasinya kepada Anggota DPRD Bone untuk segera diteruskan ke DPR RI sebagai lembaga yang tengah membahas revisi RUUU KPK dan KUHP.

Hal tersebut diungkapkan Iwan selaku koordinator aksi, menurutnya, DPRD Bone harus segera mengambil sikap tegas terkait revisi RUU KPK dan KUHP.

“Revisi RUU KPK dan KUHP merupakan bentuk penghianatan terhadap cita” reformasi 1998, olehnya harus kita tolak,” ungkap Iwan.

Dalam aksinya para demonstran juga meminta untuk dapat diterima langsung oleh Ketua Sementara DPRD Bone untuk hadir ditengah-tengah demonstran agar bersama-sama meneriakkan aspirasi tolak revisi RUU KPK dan KUHP.

Namun, permintaan demonstran tak terpenuhi lantaran Ketua DPRD tak kunjung datang hingga akhirnya peserta aksi mulai memanas dan terus meneriakkan nama Andi Akbar Yahya untuk keluar dari ruangannya dan mundur dari jabatannya.

“Kalau tidak bisa menerima aspirasi masyarakat, apa gunanya menjadi wakil rakyat, alangkah baiknya kalau Ketua DPRD Bone mengundurkan diri saja,” ujar Iwan.

Hingga tengah hari aksi demonstran masih terus berlangsung, rencananya mereka akan tetap melanjutkan aksinya hingga ada upaya pemerintah untuk membatalkan revisi RUU KPK dan KUHP.

Editor: Yusuf Muhammad al-Fatih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *