Ini pendapat Direktur Green Indonesia Fundation Terkait Pengelolaan Sampah di Bone

by -72 views

SULAWESIPOS.COM, BONE – Pakar manajemen pengelolaan sampah, Asrul Hoesein mengapresiasi inovasi Lembaga Kajian dan Advokasi Lintas Masyarakat (LEKAS) Kabupaten Bone dalam mengatasi masalah persampahan di Bone, Apalagi manajemen pengelolaan sampah tersebut digadang-gadang menyentuh seluruh wilayah di Kabupaten Bone dengan melibatkan desa-desa diwilayah tersebut.

Kendati demikian, Asrul Hoesein yang juga Direktur Eksekutif NGO Green Indonesia Foundation menguatkan, sinergitas lembaga masyarakat dan pemerintah harus sejalan.

“Pemerintah dan pemda harus turut serta memfasilitasi pengelola sampah, dengan terlebih dahulu menguatkan status badan hukum bank sampah, dan tentunya dengan jiwa besar dan negarawan baik dari pemerintah, pemda, akademisi, asosiasi, praktisi atau profesional, lembaga swadaya dan perusahaan CSR, agar bersatu padu mendukung kelembagaan dan kinerja bank sampah secara modern, terstruktur dan terukur.” kata dia, Selasa (17/09/2019).

Dia menambahkan, seharusnya dalam pendirian bank sampah harus berpola top-down atau peran pemerintah dan pemda yang harus dominan dan bukan bottom-up atau bukan diserahkan pada masyarakat. Pengelolaan bank sampah harus mendapat nutrisi atau triger yang kuat dari pemerintah dan pemda untuk membangun dan menguatkan kinerja bank sampah sebagai perekayasa sosial dan perekayasa ekonomi atau bisnis.

Senada dengannya, Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Padesi) Kabupaten Bone, Haeril Kacong menyambut baik gagasan pengelolaan sampah tersebut, dia mengatakan keterlibatan Badan usaha milik desa (Bumdes) memberi peran dari pemberdayaan masyarakat hingga menggerakkan roda ekonomi di desa.

“Itu bagus, kalau perlu lakukan studi banding di tempat-tempat pengelolaan sampah yang sudah sukses,” pungkas Heril yang saat ini menjabat Kepala desa Ulubalang kecamatan Salomekko Kabupaten Bone.

Sekedar diketahui Lekas Kabupaten Bone menggaet Bumdes yang ada di Bone dalam hal manajemen pengelolaan sampah, para pengurus Bumdes diberikan pendidikan dan pelatihan sehingga mampu melihat nilai ekonomis dibalik sampah yang kerap dianggap masalah dalam lingkungan.

Editor: Yusuf Muhammad al-Fatih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *