Gandeng IAI, Pemkot Banda Aceh Ingin Jadi Percontohan Tata Kelola Dana Desa

by -316 views
Ilustrasi Dana Desa

SULAWESIPOS.COM, BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh akan menjalin kerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesian (IAI) khusus pendamping pengelolaan dana desa.

Hal tersebut diungkapkan Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman, saat membuka Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) yang diselenggarakan IAI Aceh di Aula Gedung Mawardy Nurdin Balai Kota Banda Aceh Nangroe Aceh Darussalam, pada Sabtu (3/8/2019).

Ia mengatakan, kedepan IAI dapat memberikan pendampingan untuk 90 gampong (desa) yang ada di Banda Aceh agar pengelolaan dana desa akuntabel, transparan dan aspiratif.

“Kelak pelaporan dana desa harus lebih baik dari hari ke hari, tidak ada lagi yang bermasalah dengan hukum. Karena ketika sudah bermasalah dengan hukum kita tidak bisa bantu. Yang bisa kami lakukan adalah memberi pendampingan,” kata Aminullah.

Dengan menggandeng IAI, Aminullah berharap pengelolaan dan pelaporan dana desa di Banda Aceh bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Ini tanggung jawab moral saya sebagai orang yang berlatar belakang akuntan. Walikotanya akuntan, jadi sistem pengelolaan dan laporannya juga mesti lebih baik dari sebelumnya. Khusus di level kota, LKPD kita berhasil mendapatkan 11 kali WTP. Tentu ini bisa kita tularkan ke level gampong juga,” ujar mantan Dirut Bank Aceh ini.

Sementara itu, Nadirsyah Ketua IAI Provinsi Aceh menyatakan, pihaknya siap membantu memberikan pendampingan kepada gampong-gampong di Banda Aceh terkait pendampingan pengelolaan dana desa.

Terkait dengan kegiatan PPL yang dilaksanakan IAI, Nadirsyah menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan belajar yang terus menerus dilakukan untuk melahirkan akuntan profesional.

“PPL ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta, siapa saja yang boleh membuka Kantor Jasa Akuntan (KJA), apa saja manfaatnya hingga syarat-syaratnya,” jelas Nadirsyah.

Dengan mengusung tema ‘Perkembangan Regulasi Manajemen Kantor Jasa Akuntan dan Kode Etik Akuntan Profesional’, kegiatan ini diikuti sebanyak 75 anggota IAI dari seluruh Aceh. Dan menghadirkan dua pemateri handal, Tia Adityasih dan Jhon Andra Asmara.

Editor: Yusuf Muhammad al-Fatih