4 Desa di Bone dengan Kearifan Lokal, Perang Api Hingga Berayun Diketinggian

by -1,774 views
Pesta Adat Sirawu'Sulo Desa Pongka Kabupaten Bone

SULAWESIPOS.COM, BONE – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan beragam budaya dan tradisi.

Keanekaragaman budaya dan tradisi yang masih terus dijaga dan dilestarikan tentu menjadi daya tarik tersendiri para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Salah satu wilayah di Indonesia yang hingga hari ini masih menjaga adat dan tradisi yang dimilikinya ada di Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.

Berikut beberapa desa di Bone secara turun temurun masih menjaga adat istiadat dan tradisi nenek moyangnya:

1. Desa Pongka
Pongka merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tellu Siattingnge Kabupaten Bone, Desa Pongka dikenal dengan tradisi Sirawu’ Sulo (Perang Api), tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada leluhur yang telah menemukan daerah baru yang dianggap menjanjikan untuk dijadikan tempat tinggal penghidupan bagi anak cucu mereka kelak.

Awalnya tradisi Sirawu’Sulo ini dilaksanakan lima tahun sekali, namun demikian, meskipun belum cukup lima tahun tapi ketika sudah ada petunjuk atau bisikan dari Sandro (Pemuka Adat) maka kegiatan tersebut harus dilaksanakan karena ketika tidak dilaksanakan bisa mendatangkan bencana bagi warga kampung. Tapi bagi wisatawan tidak perlu berkecil hati karena saat ini pesta adat Sirawu’Sulo ini digelar tiga tahun sekali.

Yang unik dari tradisi Sirawu’Sulo ini para peserta (warga asli) Pongka seolah tidak merasakan panasnya api, tidak tampak kulit melepuh atau hangus terbakar.

Tradisi Sirawu’Sulo ini juga merupakan pesta besar, puluhan hingga ratusan ekor kuda dan sapi hasil patungan (sumbangan) warga Pongka baik yang masih menetap di Pongka maupun yang ada diperantauan.

Tradisi ini juga dijadikan ajang mudik bagi warga asli Pongka yang ada diperantauan, bagi warga keturunan yang ada dirantau Sirawu’Sulo adalah waktu yang tepat untuk pulang ke kampung halamannya, mengobati rasa rindu sekaligus kembali mempererat hubungan tali silaturahmi.

Tradisi Sirawu’Sulo ini dilakukan pada malam hari setelah sebelumnya di pagi hari para warga asli Pongka baik pria maupun wanita melakukan ritual berserah diri atau ‘Mappangolo’ dan sebelumnya memulai perang api para peserta membasuhi sekujur tubuhnya dengan minyak kelapa muda yang diserahkan oleh pemuka adat.

2. Desa Ulo
Desa ini dikenal dengan tradisi CEMME PASSILI (Mandi Suci), tradisi ini merupakan ritual sakral bagi seluruh warga yang sebagian hidup di sepanjang sungai Ulo, Ritual ini diawali dengan pemanjatan doa oleh para sesepuh kampung, setelah memanjatkan doa para sesepuh dan kepala desa menceburkan diri ke sungai diikuti ribuan warga.

3. Desa Melle
Desa Melle berada di Kecamatan Dua Boccoe, desa ini punya tradisi Mappere (Ayunan Raksasa), para warga yang mayoritas petani ini membuat ayunan raksasa (Mappere) setinggi 15 Meter yang dipakai mengayun secara bergantian, acara tahunan ini digelar untuk menyambut panen raya sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil panen yang berlimpah, Mappere atau berayun setinggi 15 meter terbilang unik. Pasalnya, tali ayunan yang digunakan terbuat dari kulit sapi yang telah dikeringkan hingga membentang 100 meter.

Tradisi Mappere ini dimulai tak kala matahari mulai naik sekitar pukul 06.00 pagi hari, diawali dengan penyembelihan seekor kerbau yang nantinya akan dimakan secara bersama-sama warga desa dan para pengunjung.

4. Desa Walenreng
Dusun Taddagae Desa Walenreng Kecamatan Cina memiliki tradisi yang tergolong ekstrim, namun tradisi ini justru disambut dengan penuh suka cita dan kegembiraan masyarakat setempat.

Mappalanca (Adu Kekuatan Betis), merupakan tradisi yang diikuti para kaum laki-laki ini dilakukan dengan cara mengadu kekuatan kaki dengan menendang betis satu sama lain. Setiap pria baik yang tua maupun yang masih muda secara bergantian mengadu kekuatan betisnya dalam satu arena.

Tradisi yang secara turun temurun yang tetap lestari hingga hari ini walau tergolong anarkis namun tidak pernah dijumpai ada warga desa yang cedera akibat mengikuti ritual ini.

Tradisi mappalanca atau sering juga disebut malancca tak hanya dijumpai di Desa Melle namun hampir beberapa daerah di Bone mengenal tradisi tersebut.

Itulah tradisi yang ada di Kabupaten Bone, mulai dari yang unik hingga ekstrim dapat kita jumpai di Bumi Arung Palakka, adat istiadat setempat yang terus menerus dilestarikan ini menjadi khazanah tersendiri dan telah menjadi kekayaan Nusantara, tertarik ke Bone? Ikut perang api atau mau berayun diketinggian, Ayo ke Bone.

Diramu dari berbagai sumber

Editor: Yusuf Muhammad al-Fatih