TPQ terbaik KE-3 tingkat kecamatan, TPQ HAFIDZATUL HUDA Arasoe Tak Boleh Berpuas Diri

by -703 views

BONE, SULAWESIPOS.COM – Pendidikan berbasis Al-Qur’an sepatutnya dimuliai sedini mungkin, dan 8 Santri TPQ Hafidzatul Huda Arasoe, Kecamatan Cina mengikuti wisuda Santri kolektif yg di ikuti 3 Kecamatan di Kabupaten Bone, 21/04/2019 di Aula Pesantren Biru kemarin.

Wisuda kali ini TPQ Hafidzatul Huda mendapatkan peringkat 3 terbaik se kecamatan Cina, TPQ yang saat ini berada di bawah naungan YAYASAN ABBAS HIDJERAH AL-MUNAWWARAH sangat bersyukur atas prestasi ini, beberapa tahun terakhir ini kami berbenah diri baik untuk mengoptimalkan segala bentuk administrasi dan juga pengoptimalan alat peraga yang digunakan Usdtaz maupun Usdtazah saat membawakan materi baik itu BTQ (Baca Tulis Qur’an), Do’a Harian dan hafalan surah-surah pendek kata Ashar Abdullah (ketua Pengawas Yayasan ABBAS HIDJERAH AL-MUNAWWARAH.

Ditemui Secara terpisah, Ketua Yayasan ABBAS HIDJERAH AL-MUNAWWARAH yang juga Merupakan Ustadzah dalam TPQ Hafidzatul Huda mengatakan, kondisi ruangan kami mengajar seadanya dan itupun merupakan hibah dari pembina Yayasan kepada Yayasan untuk digunakan sebagai sarana belajar, tekad kami bulat dan fokus untuk menanamkan ilmu agama dan Al-Qur’an kepada Generasi muda, sempat kami mengusulkan permohonan bantuan renovasi kepada pemerintah desa namun pihak pemerintah desa berasumsi bahwa kami memiliki “masalah” sehingga kami tidak diberikan bantuan itu, pun itu tak menyurutkan semangat kami sehingga berada pada posisi ini, dan Alhamdulillah berada pada posisi ke 3 tingkat kecamatan, target kami kelak kami yang TPQ sangat baru ini akan berusaha melahirkan santri yang bisa menjadi salah satu terbaik kabupaten, provinsi dan insyaa Alloh tingkat nasional, itu target kami tambah Hj. Hijerah Arkan (ketua Yayasan).

Sejatinya Ilmu Agama merupakan pondasi dari akhlaq seorang, maka dari itu tanamkan sedini mungkin, dan mulailah dalam lingkup rumah tangga hingga lingkup pergaulan sehari hari. Tongkat estafet perhatian Yayasan Abbas Hidjerah Al-Munawwarah sewajarnya juga harus disambut segera oleh pemerintah yang terkait, karena bukan berat sama di pikul ringan sama di jinjing, pepatah itu wajar untuk perhatian pendidikan agama dewasa ini. (yma)