Mediasi Gaji Karyawan di Bawah UMP/UMK Klien LBH S3 Bone Sukses

by -1,091 views
LBH S3 Bone memediasi pihak perusahaan (PT. Columbus Cabang Bone) dengan Darmawan Saputra

BONE, SULAWESIPOS.COM – Darmawan Saputra salah seorang karyawan perusahaan swasta yang bergerak dibidang cash dan kredit (PT. Columbus) Bone yang sempat mengadukan nasib di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sipakatau Sipakalebbi dan Sikapainge (S3) Bone akhirnya terselesaikan di tingkat mediasi.

Saat ditanya terkait persoalan yang dialaminya, Darmawan Saputra sangat berterima kasih kepada advokat dan paralegal S3 yang telah membantu menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan tempat ia bekerja.

“Saya bekerja dari tahun 2017 sampai 2019 dengan selisih gaji yang saya terima akhirnya pihak perusahaan PT.Columbus mengganti secara keseluruhan sebesar Rp 10 Juta,” ungkapnya, Rabu (27/3/2019).

Sementara itu, Riswandi, S.H saat dikonfirmasi sulawesipos.com membenarkan bahwa mereka telah melakukan kajian terkait persoalan yang menimpa klien mereka, karena diduga perusahaan tersebut melanggar regulasi.

“Benar, setelah kami melakukan pengkajian terkait dugaan pelanggaran oleh pihak perusahaan terhadap Darmawan Saputra, karyawan swasta (PT. Columbus) Cabang Bone, dengan dalil UU No.23 tahun 2003 kami langsung bertindak tegas untuk menuntut hak karyawan yang tidak sesuai dengan UU yang mengatur tentang ketenagakerjaan,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, bahwa pihaknya telah mempertemukan kedua belah pihak yakni klien mereka Darmawan Saputra dengan pihak perusahaan.

“Dalam mediasi kurang dari 3 jam yang di langsungkan di Disnakertrans Kabupaten Wajo kemarin, berdasar dari undang-undang yang mengatur tentang ketenagakerjaan mediasinya pun memuahkan hasil dan kesepakatan ganti rugi perusahaan PT.columbus terhadap mantan karyawannya Darmawan sebesar Rp 10 Juta,” paparnya.

Lebih lanjut, lawyer muda ini menerangkan, seharusnya pihak perusahaan terlebih dulu paham Undang-Undang yang mengatur tentang ketenagakerjaan sehingga karyawan tetap mendapatkan hak yang semestinya. Ini adalah pelajaran untuk perusahaan-perusahan yang lain agar tetap menjalankan peraturan-peraturan yang sudah di tetapkan,” pungkas Riswandi. (YMA)