Peringati IWD 2019, Kohati Badko Sulselbar Gelar Dialog Interaktif

by -753 views
Foto bersama Pengurus Kohati BADKO HMI Sulselbar dengan sejumlah tokoh serta pemerhati perempuan di Sulawesi Selatan, diantaranya, Ketua PKK Kota Makassar Indira Jusuf Ismail, Pendiri Yayasan Anak Bangsa Ariella Hana Sanjaya, Rektor UIM Makassar, Dr. Ir. Hj. Majdah M. Zain, M.Si, Pimpinan Kabar Makassar Hajriani Ashadi, SH, MH, serta Founder Sahabat Pulau Indonesia “Hendriadi Bachtiar

MAKASSAR, SULAWESIPOS.COM – Pengurus Kohati Badko HMI Sulselbar menggelar dialog interaktif dalam rangka memperingati Internasional Women’s Day (IWD) 2019, di Hotel Asyirah, Jalan Maipa Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 24 Maret 2019.

Bekerjasama sama dengan para Alumni TOT Lemhanas RI, dialog interaktif ini sukses menghadirkan sejumlah tokoh serta pemerhati perempuan di Sulawesi Selatan, diantaranya, Ketua PKK Kota Makassar Indira Jusuf Ismail, Pendiri Yayasan Anak Bangsa Ariella Hana Sanjaya, Rektor UIM Makassar, Dr. Ir. Hj. Majdah M. Zain, M.Si, Pimpinan Kabar Makassar Hajriani Ashadi, SH, MH, serta Founder Sahabat Pulau Indonesia “Hendriadi Bachtiar.

Dalam sambutannya di acara pembukaan, Ketua Umum Kohati Badko HMI Sulselbar Nurfadillah, menyampaikan agar kelompok perempuan bersatu untuk mengawal kebijakan pemerintah yang pro terhadap perempuan serta mempersiapkan diri untuk mendidik generasi muda demi kemajuan bangsa dan negara.

“Yang paham dan pro terhadap kepentingan perempuan wajib kita support baik dari sisi program ataupun ide dan gagasan karena ini menyangkut kemajuan perempuan dimasa yang akan datang. Karena keadilan dan kemajuan suatu bangsa dilihat dari kemajuan berfikir pemudanya khususnya kaum perempuan sebagai pembina serta pendidik tunas muda,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya juga menyerukan agar kelompok perempuan Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan, harus mampu menggunakan medsos secara bijak dan tidak digunakan untuk saling menghujat apalagi mengadu domba antar sesama anak bangsa, terlebih saat momen menjelang kontestasi pemilu 2019 April mendatang.

“Mari kita gunakan medsos dengan bijak yakni dengan mencari tahu dan memahami calon wakil rakyat yang akan kita pilih nantinya, karena dengan mengetahui dan memahami calon adalah keharusan bagi kita semua untuk dijadikan tolak ukur dalam menentukan pilihan kita,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan bahwa, kegiatan dialog kali ini sengaja mengangkat tema ‘SATU SUARA UNTUK PEREMPUAN’ hal tersebut merupakan bentuk dukungan moril atas ketimpangan sosial, issu perempuan dan anak yang juga sebagai langkah perjuangan bersama yang tidak hanya dilakoni perempuan tapi menyuarakan issu gender sebagai gaung bersama laki-laki dan perempuan.

Saat dikonfirmasi jumlah peserta ketua panitia Nilla, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh sebagian Pengurus Kohati Cabang Sejajaran Badko HMI Sulselbar, BEM Kampus Fajar, BEM UNM Serta Alumni TOT Lemhanas RI.

“Semula panitia menargetkan 100 orang peserta namun tercatat lebih dari 200 orang pendaftar dan akhirnya panitia menambah kuota dengan mengakomodir sekitar 130 orang peserta karena kondisi kepanitiaan yang terbatas,” pungkasnya. (YMA)