Diduga Gaji Tidak Sesuai UMP/UMK, Karyawan Swasta Ini Adukan Nasib di LBH S3 Bone

by -1,378 views
Darmawan Saputra (Karyawan Swasta) didampingi Firajul Syihab (Lawyer Muda Bone) saat mengadukan nasibnya di LBH S3 Bone

BONE, SULAWESIPOS.COM – Darmawan Saputra salah seorang karyawan perusahaan swasta yang bergerak dibidang cash dan kredit (PT. Columbus) Bone akhirnya mengadukan nasib di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sipakatau Sipakalebbi dan Sikapainge (S3) Bone.

Pasalnya, menurut Darmawan Saputra dalam kurung waktu dua tahun pengabdiannya di perusahaan tersebut (PT. Columbus) Bine, dirinya tidak mendapatkan gaji sesuai dengan UMP/UMK yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Darmawan Saputra pun mulai mencari bantuan untuk mendapatkan haknya sebagai karyawan swasta, dirinya menuntut perusahaan tempat dirinya bekerja karena diduga tidak sesuai dengan regulasi/peraturan yang sudah ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

“Saya bekerja dari tahun 2017 sampai 2019 dengan gaji Rp 1.200.000 sampai dengan Rp 1.900.000 sedangkan UMP Sulsel tahun 2019 itu Rp 2.860.382,” ungkapnya, Jumat (22/3/2019).

Sementara itu, Firajul Syihab saat dikonfirmasi sulawesipos.com membenarkan adanya pengaduan yang masuk terkait dugaan pelanggaran UU Ketenagakerjaan di LBH tempat dirinya berkecimpung.

“Benar, sementara kami himpun data atas nama Darmawan Saputra, karyawan swasta (PT. Columbus) Cabang Bone, Apa benar ada unsur pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tempat ybs bekerja. Untuk sementara LBH S3 mendalami dugaan pelanggaran yang ada,” jelas Firajul.

Dirinya menambahkan, bahwa selama ini LBH S3 sudah banyak mendapatkan laporan masyarakat tentang sejumlah perusahaan swasta yang mengaji karyawannya jauh dari UMP/UMK yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut lawyer muda ini, seharusnya perusahaan swasta terlebih dulu memahami UU yang mengatur tentang ketenagakerjaan, dalam surat Menteri Ketenagakerjaan perihal penyampaian data tingkat inflasi dan pertumbuhan domestik bruto, tingkat inflasi nasional sebesar 2,88 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,15 persen. Dengan demikian kenaikan UMP Sulsel 2019 berdasarkan data tersebut sebesar 8,03 persen atau Rp 212.615. Dimana UMP Sulsel 2018 sebesar Rp 2.647.767 dan UMP Sulsel 2019 menjadi Rp 2.860.382.

“Berdasarkan dari hal tersebut upah yang di terima Darmawan selama kurang lebih dua tahun upah yang ia terima hanya kisaran Rp.1.200.000- Rp.1.900.000, gaji tersebut jelas tidak sesuai UMP/UMK, maka dengan ini ada dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan swasta tersebut,” pungkasnya. (YMA).