Proses Persidangan di PN Watampone Diduga Menyalahi Aturan

by -1,517 views
sumber foto: tajukutama.com

BONE, SULAWESIPOS.COM – Proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Watampone Kelas 1A, menimbulkan tanda tanya dari masyarakat karena terkadang melaksanakan sidang dengan hanya menghadirkan atau mendudukkan dua orang hakim.

Seperti dari pantauan sejumlah awak media pada Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 16.52 Wita, ada sidang di PN Watampone hanya dilakukan oleh dua orang hakim. Padahal ada tiga buah kursi yang disiapkan untuk para hakim.

Humas PN Watampone, Hamka SH, MH, saat dihubungi awak media, mengatakan, kalau saat sidang tersebut dirinya tidak berada di PN Watampone.

“Saat sidang kemarin, saya tidak di kantor, ketika merujuk pada aturan yang berlaku tidak boleh kalau hanya dua orang. Sanksinya tergantung pimpinan di Makassar dan di Jakarta,” ujar Hamka, dikutip dari laman rakyatsatu.com, Kamis (14/3/2019).

Sementara itu, pemerhati hukum di Bone Andi Asrul Amri, SH, MH, saat dihubungi sulawesipos.com mengatakan, setiap proses persidangan harus mengacu pada aturan yang berlaku proses persidangan diatur dalam Undang-undang Nomor 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman.

“Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman pasal 11 Ayat (1) berbunyi ‘pengadilan memeriksa, mengadili dan memutus perkara, dengan susunan majelis sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang hakim, kecuali undang-undang menentukan lain’, selanjutnya pada pasal (2) disebutkan, ‘Susunan hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari seorang hakim ketua dan dua orang hakim anggota,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan, terkadang dalam praktek persidangan hanya mendudukkan dua orang hakim karena salah satu hakim berhalangan, namun dalam proses persidangan tersebut tidak sedang membahas hal-hal yang sifatnya subtansial.

“Misalnya agenda sidang hanya membahas penundaan waktu persidangan, hal ini pun harus melalui kesepakatan semua pihak. Namun, hal tersebut tidak diatur dalam undang-undang yang berlaku, sifatnya hanya sebatas kesepakatan bersama saja,” ungkap Andi Asrul. (YMA)