Pemuda Milenial, dan Pudarnya Moralitas

by -1,597 views
sumber foto: serikatnews.com

Oleh: Uddy R Progresif

Assalamualaikum Wr. Wb.
Syukur kepada Tuhan (Allah) dan Salawat kepada Nabi, Muhammad SAW, sang revolusioner sejati dalam peradaban Islam, pembawa ummat ke puncak ilmu islamiah.
“Beri aku pemuda, niscaya akan ku ubah dunia,” demikianlah seorang pemimpin dunia pernah berujar.

Ungkapan ini tidaklah berlebihan. Karena melalui tangan pemuda, perputaran sejarah terus berjalan menuju ke arah dinamis dan progresif. Kata pemuda terdengar cukup sederhana, namun menyimpan makna yang tidaklah sederhana. Pemuda diharapkan selalu menitipkan energi yang dinamis dari waktu-kewaktu.

Perkembangan iptek yang pesat di era sekarang, tidak lepas dari tangan-tangan luar biasa para pemuda yang kreatif dan dinamis dalam pengembangan teknologi. Pemuda yang kreatif secara progresif dengan pesatnya mampu menemukan ide-ide dalam ilmu pengetahuan teknologi, yang diaggap relevan dengan kebutuhan era pada saat ini. Yang dimana dikenal dengan era Industri 4.0.

Pergeseran sejarah, dalam arus teknologi secara otomatis merubah paradigma hidup masyarakat, khususnya pemuda milenial. Nampak keganjilan yang mewabah dalam kehidupan masyarat dalam penggunaan teknologi dewasa ini. Saya rasa kita semua sudah tahu hal tersebut yang kemudian merengsek dan mulai menggeser nilai-nilai agama / moralitas sosial, pemuda yang mestinya sebagai Agen of Control teknologi, namun realita yang ada sebagian kecil pemuda yang sadar akan pengaruh teknologi.

Hasrat eksistensi yang kemudian melekat di keseharian para masyarakat menjadikan kotornya, sentral pusat informasi layanan umum dipadatkan dengan berita hoax dan kurang berfaedah. Sebagian besarnya pemudalah yang sangat terjerumus di lubang kekeliruan tersebut. Sifat moralitas dan ilmu agama sebagai basic kehidupan seakan pudar ditelan zaman. Nilai-nilai ajaran agama tak lagi mencolok di kehidupan masyarakat pada umumnya.

Inilah salah satu faktor yang sangat kuat dalam mengeser nilai-nilai moralitas dan etika bermasyarakat pemuda sekarang, yang mengakibatkan kurangnya sikap transenden dan nilai kemanusiaan masyarakat. Sebagai Generasi masa kini pemuda mestinya mampu bijak, terutama dalam penggunaan media sosial. Bahkan penggunaan media sosial dalam politik, games, dll kita mesti bijak dalam penguanaannya.

Program penanaman IMTAQ oleh pemuda masa kini sangat diperlukan dalam menetralisir sikap pemuda yang condong dengan dunia barat. Hal ini akibat terbukanya pintu informasi yang luas secara digital. Saya merasa setiap kita memiliki tanggung jawab akan hal ini. Terlebih para orang tua, tenaga pendidikan dan pemeritah yang mestinya aktif menata kondisi ideal dari alur pembentukan karakter pemuda sebagai tonggak negara masa depan, pelanjut nawacita pancasila, yang berlandaskan nilai-nilai agama, toleransi, moralitas dan nasionalis.

Semoga bermanfaat, hidup tak mesti sempurna, jadi pemikir tak mesti bertele-tele tetap ter’asa untuk ber’ilmu, lakukan yang terbaik dan cukup tahu yang tidak baik. Salam pemuda hidup Mahasiswa.

Editor: Zainal Marzain