Di Google, Searching Jokowi Bohong Lebih Tinggi Dari Prabowo

by -1,654 views

Oleh: Munir Sara

SULAWESIPOS.COM, OPINI – Pada Rabu (20/2/2019), saya research sederhana di google trends dengan kata kunci “Jokowi Bohong” dengan rentang waktu satu minggu terakhir. Terhitung dari tanggal 13 Feb 2019.

Ternyata, top charts pencarian di google engine dengan kata kunci Jokowi bohong, meningkat pasca debat Capres ke-2. Kalau kita lihat grafiknya, top charts Jokowi itu pada tanggal 18 Februari 2019. Artinya, pasca debat (17/2/2019), kecenderungan publik searching di google engine dengan kata kunci Jokowi bohong meningkat.

Bila dibandingkan dengan Prabowo dalam google trends, justru , top charts pencarian di google tentang Jokowi bohong tetap lebih tinggi dari Prabowo dengan trend 100 (Jokowi) > 12 (Prabowo).

Sebaliknya, bila dilihat dari top charts pencarian Prabowo bohong, pada (19/2/2019) sesuai grafik, maka skor pencarian Jokowi bohong masih lebih tinggi dari Prabowo, dimana 83 (Jokowi) dan 27 (Prabowo).

Pasca debat 17/2, perbincangan publik tentang Jokowi bohong, mendominasi linimasa/sosmed. Terutama di facebook dan twitter. Perbincangan itu menyasar ke pernyataan Jokowi, bahwa selama tiga tahun memimpin, “tidak terjadi” kebakaran lahan. Namun, publik oposan membantah, dengan data lembaga sektoral terkait, bahwa, ada kebakaran hutan selama tiga tahun pemerintahan Jokowi.

Jokowi juga mengatakan dalam debat, bahwa tidak ada konflik agraria. Terkait ini, public oposan, khususnya pendukung/simpatisan Prabowo kembali membantah dengan data. bahwa banyak terjadi konflik agraria. Dimana 4% disumbang oleh pembangunan infrastruktur berdasarkan data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

Masih dalam debat Capres ke-2, Jokowi bilang impor jagung menurun, padahal impor jagung meningkat. Bahkan data Jokowi saat debat, berbeda dengan data BPS tentang impor jagung. Saat debat Capres ke-2, Jokowi katakan, impor jagung terus mengalami penurunan, di mana di 2018, hanya sebesar 180 juta ton dari posisi 2014 yang sebanyak 3,5 juta ton. Namun, jika dikonfirmasi dengan data BPS, impor jagung sepanjang 2018, mencapai 737,22 ribu ton dengan nilai US$150,54 juta.

Menurut hemat saya, kesalahan Jokowi dalam menggunakan data untuk mengumbar kesuksesannya memerintah, dianggap public oposan sebagai kebohongan. Faktor inilah yang mengerek trend pencarian Jokowi bohong meroket di google engine.

Sementara, trend pencarian Prabowo bohong di google engine, dipengaruhi oleh pernyataan Prabowo tentang, anggaran bocor, atau kekayaan Indonesia tidak di Indonesia, tapi mengalir ke luar negeri. Prabowo dinilai berbohong karena menggunakan data yang tidak kredibel. Meskipun tentang hal ini masih debatable antara kedua kubu.

Kalau kita merujuk pada Lynda Wals, maka Hoax adalah memberikan kabar bohong. Dari hasil google trends dengan gambaran top charts pencarian Jokowi Bohong yang dikomparasi dengan pencarian Prabowo bohong, menurut anda siapakah yang kira-kira cenderung dianggap bapak Hoax nasional? Siapa?

Editor: Yusuf Muhammad Al-Fatih