Timses, Tubles dan Sleding Gunting

by -1,656 views
sumber foto: kabarnews.com

Oleh: Muhammad Ali

Timses singkatan dari tim sukses, kumpulan orang yang berada dibelakang layar dalam sebuah pertarungan politik. bertujuan memenagkan jagoan yang mereka usung.

Figur dan timses bagaikan pinang dibelah dua. Timses yang meramu startegi dibelakang layar, figur yang tampil di depan layar.

Timses juga bertugas untuk membuat program jangka panjang seperti visi dan misi untuk figur sebagai bahan jualan dalam mempengaruhi masyarakat. Selain visi dan misi,  materi dalam debat kandidat yang diadakan oleh KPU juga bagian dari kerja-kerja lanjutan tim sukses

Tubles adalah istilah yang lahir dalam rahim tukang bengkel. Khususnya bengkel tempel Ban kendaraan motor atau mobil. Kata tubels tidak dapat ditemukan dalam kamus besar bahasa indonesia

Adapun pengertian tubles menurut istilah adalah cara tempel ban kendaraan bermotor atau mobil yang tidak menggunakan pres besi panas.  Melainkan menggunakan karet cacing khusu yang dirancang untuk menempel ban kendaraan yang bocor dengan cara ditusuk.

Sleding gunting.
Adalah istilah dalam sepak bola. Sleding gunting bertujuan untuk menghalau lawan ketika melakukan serangan ke daerah pertahanan. gaya kombinasi antara terbang dan ngesot, menggunting kaki lawan dengan betis atau selangkangan adalah ciri dari seleding gunting

Meskipun sleding gunting adalah pelanggaran yang tidak bisa dilakukan dalam aturan sepak bola. Ada banyak pemain yang menerapkan tehnik haram tersebut dalam kondisi darurat

Dari berbagai pemberitaan media sosial pasca debat kandidat kemarin menyisahkan banyak puing-puing cerita menarik,menukik, dan mencekik dari tim sukse bahkan sampai ke tim hore-hore yang lebih cenderung “taklid buta” (semangat membara dan menggemaskan)

Mereka saling serang satu sama lain dengan tehnik tubles dan sleding gunting. Maksudnya adalah mentubles(menempel) kekurangan dari figur calon presiden yang blunder pada saat debat.

Mengsleding gunting serangan lawan dengan berbagai macam cara haram untuk melindungi figur yang ia andalkan meskipun bertolak belakan dengan fakta yang ada dilapangan.

Begitulah kerja-kerja tim sukse. Jeli melihat kekurangan lawan untuk kemudian melakukan serangan dengan amunisi tim hore-hore. Juga jeli melihat kekurangan figurnya, untuk menutup kebocoran agar figur yang mereka andalkan di depan layar terlihat lebih sempurna dari figur lawan untuk merebut hati masyarakat dengan opini baru yang mereka bagun.

Perebutan hati masyarakat yang akan memilih 17 april medatang diwarnai oleh konstruksi opini yang dibagun tim sukses dari berbagai media yang pro terhadap figur yang mereka usung. Dengan model fram berita yang menguntungkan kawan,merugikan lawan

Seolah tidak ada media yang betul-betul independen,objektif adil dan berimbang dalam momentum politik seperti saat ini

Pengkotak-kotakan itu terlihat begitu terang benderang dapat dilihat dari komentar didinding smartphone timses, tim hore-hore sampai ke masyarakat yang tdk punya kepentingan secara langsung

Konawe 19/02/2019
Ali kamase kordinator tim imut-imut

Editor: Yusuf Muhammad Al-Fatih